Maskapai Garuda Indonesia Pastikan Rute Dari dan Menuju Eropa Tidak Melewati Iran dan Sekitarnya

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia memastikan jalur udara untuk rute dari dan menuju Eropa tidak melewati kawasan udara Iran dan sekitarnya. Baca j

Editor: rida
KOMPAS IMAGES
ILUSTRASI Pesawat Garuda Indonesia di apron Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten. 

TRIBUNJAMBI.COM- Maskapai penerbangan Garuda Indonesia memastikan jalur udara untuk rute dari dan menuju Eropa tidak melewati kawasan udara Iran dan sekitarnya.

Hal ini menyusul adanya larangan terbang yang dikeluarkan Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat (FAA) pasca konflik yang tengah terjadi di kawasan itu.

Melalui rilis yang diterima Kompas.com, Sabtu (11/1/2020), Pejabat Direktur Operasi Garuda Indonesia Tumpal M.

Hutapea mengatakan Garuda menyesuaikan jalur penerbangan dari dan menuju Eropa.

BREAKING NEWS: Akun Wali Kota Jambi Dibajak

Bibir Teddy Mendadak Bergetar, Suami Baru Lina Akhirnya Sampaikan Permohonan Maaf Pada Sule, Kenapa?

Jangan Lagi Takut! Kendaraan Dirampas Paksa Pihak Leasing Segera Lapor Polisi!

Sebelumnya, rute ini melewati wilayah udara Bucharest (Rumania).

Namun kemudian, saat ini dialihkan ke wilayah Mesir dan Yunani.

"Dengan demikian seluruh layanan operasional Garuda Indonesia pada rute tersebut tetap berlangsung normal seperti biasa," kata Tumpal dalam keterangan tertulis tersebut.

Ia juga mengatakan akan terus memantau secara intensif perkembangan lebih lanjut kondisi tersebut.

Blak-blakan Andhika Pratama Soal Sindir Program Nikita Mirzani, Hingga Nekat Langsung Temui Untuk

Jadwal Pertandingan Gubernur Cup Minggu Sore Ini, Batanghari Terancam Tak Lolos Penyisihan

Geger Pasangan Pengantin Baru Rosna dan Akbar Tewas Bersimbah Darah Dalam Kamar Kos

Selain itu, ia juga akan berkoordinasi dengan seluruh pihak berkepentingan terkait memastikan aspek safety dan security.

"Aspek safety dan security layanan operasional Garuda Indonesia tetap terjaga," ujarnya

Lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Parand, wilayah barat daya Teheran, Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat.

Sebelumnya, pesawat Ukraine International Airlines jatuh pada pukul 06.12 waktu setempat di Bandara Imam Khomeini, Teheran, pada Rabu (8/1/2020).

Fakta Dibalik Video Viral Mobil Dilempari Batu dan Diteriaki “Maling”, Tertangkap Dekat McD

Rela Berpaling dari Maia Estianty, Ahmad Dhani Sesumbar Ungkap Alasan Jatuh Cinta ke Mulan Jameela

GALERI FOTO: Nissa Sabyan Pukau Ribuan Warga Jambi, Cantik, dan Syahdu Lagu-lagunya Bikin Histeris

Buntut Banjir Jakarta, Penyewa Mal Tuntut Ganti Rugi ke Pemprov DKI Karena Rugi Miliaran Rupiah

Iran memberikan penjelasan lengkap setelah mengakui mereka menembak jatuh pesawat Ukraina tersebut.

Sebanyak 176 orang tewas dalam insiden pesawat Ukraina jatuh, dengan dugaan burung besi itu ditembak rudal buatan Rusia.

Sempat membantah, Iran akhirnya mengakui mereka menjatuhkan maskapai Ukraine International Airlines di mana mereka menyatakan tidak sengaja.

Militer menuturkan, pesawat jenis Boeing 737 itu dikira sebagai musuh karena memasuki "zona militer sensitif".

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dampak Konflik Iran-AS, Garuda Pastikan Rute Eropa Tidak Lewat Wilayah Iran"

Petugas berkumpul di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Parand, wilayah barat daya Teheran, Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat. Pesawat berjenis Boeing 737-800 itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran.(AFP/ROUHOLLAH VAHDATI)
Petugas berkumpul di lokasi jatuhnya pesawat Ukraina di Parand, wilayah barat daya Teheran, Rabu (8/1/2020) pagi waktu setempat. Pesawat berjenis Boeing 737-800 itu jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Imam Khomeini, Teheran, Iran.(AFP/ROUHOLLAH VAHDATI) ()

Akui Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Berikut Penjelasan Iran

Iran memberikan penjelasan lengkap setelah mengakui mereka menembak jatuh pesawat Ukraina pada Rabu (8/1/2020). Pesawat Ukraine International Airlines itu jatuh pada pukul 06.12 waktu setempat di Bandara Imam Khomeini, Teheran.

Sebanyak 176 orang tewas dalam insiden pesawat Ukraina jatuh, dengan dugaan burung besi itu ditembak rudal buatan Rusia.

Sempat membantah, Iran akhirnya mengakui mereka menjatuhkan maskapai Ukraine International Airlines di mana mereka menyatakan tidak sengaja.

Militer menuturkan, pesawat jenis Boeing 737 itu dikira sebagai musuh karena memasuki "zona militer sensitif".

Dilansir AFP Sabtu (11/1/2020), berikut merupakan penjelasan yang dirilis oleh angkatan bersenjata setelah dilakukan penyelidikan:

1. Angkatan bersenjata Iran berada dalam status siaga tinggi setelah meluncurkan misil pangkalan Irak yang menampung pasukan AS, menyusul "ancaman dari presiden Amerika dan para komandannya yang kriminal".

2. Intensitas penerbangan pesawat militer AS di sekitar makin meningkat sejak operasi, dengan beredar laporan adanya pesawat yang menargetkan "pusat strategis" di Republik Islam.

3. Setelah lepas landas dari Bandara Imam Khomeini Teheran, penerbangan UIA PS752 berbelok, dan mendekati "situs sensitif militer" milik Garda Revolusi, dan nampak terbang seperti "pesawat musuh". Karena "kesalahan manusia", pesawat itu hancur, menyebabkan "martirnya sejumlah kompatriot kami dan warga negara asing".

4. Pernyataan ini menunjukkan "belasungkawa dan simpati" kepada keluarga korban tewas, dan menjanjikan "aksi serupa tidak akan terjadi". Pasukan bersenjata juga akan membawa "pelaku" ke hadapan pengadilan.

5. Akhirnya, "pejabat relevan dari Garda Revolusi" harus segera memberikan penjelasan selengkapnya kepada keluarga korban di media nasional.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Akui Tembak Jatuh Pesawat Ukraina, Berikut Penjelasan Iran"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved