Orang Tua Perlu Tahu, Ini Alasan Dea Memilih Homeschooling untuk Belajar Anak

Homeschooling merupakan metode pembelajaran mandiri. Dengan sekolah di rumah, orang tua dan anak dapat bersama-sama menentukan topik dan waktu belajar

Orang Tua Perlu Tahu, Ini Alasan Dea Memilih Homeschooling untuk Belajar Anak
Tribunjambi/Aldino
ilustrasi homeschooling. 

Orang Tua Perlu Tahu, Ini Alasan Dea Memilih Homeschooling untuk Belajar Anak

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Homeschooling merupakan metode pembelajaran mandiri. Dengan sekolah di rumah, orang tua dan anak dapat bersama-sama menentukan sendiri topik, waktu, durasi, hingga cara mengajar yang sesuai dengan minat, kemampuan dan gaya belajar si anak.

Banyak orang tua yang kini melirik metode pembelajaran homeschooling untuk anak mereka. Dengan menyekolahkan anak di rumah sendiri, orang tua tidak perlu repot antar-jemput dan tidak perlu juga mengkhawatirkan makanan si kecil.

Bagi Dea Anisa Cinderakasih, homeschooling merupakan cita-citanya sejak lama. Meski awalnya mengalami kesulitan namun sejauh ini ia nyaman saja menjalaninya.

Mengenal Rani Anjelita, Pemain Voli Jambi yang Kini Terjun ke Dunia Model

70 Siswa Ikuti Workshop Filateli Tingkat Pelajar se-Kota Jambi

“Dulu tinggal di Jakarta dan banyak fasilitas untuk homeschooling. Saat pindah ke Jambi homeschooling belum familiar. Jadi anak pertama saya masukin SD dan anak kedua baru mulai homeschooling karena bertemu dengan komunitas homeschooling di Jambi,” ungkapnya.

Dea memiliki lima anak yaitu Fathiya rizkah Firmansyah (9), Urfa Azhima Firmansyah (7), Amira Badriyah Firmansyah (5), M. Fadhlillah Firmansyah (3) dan Syaghfiyah Lathifah Firmansyah (1).

“Untuk kurikulum tetap mengacu ke diknas dan metodenya yang bebas. Semua kembali ke anak yang jelas satu hari dua jam belajar. Contohnya pagi sejam dan sore sejam. Karena anak kedua yang home schooling lebih suka menggambar dan mewarnai jadi ditekankan disana,” jelas istri dari Diki Firmansyah ini.

Sejauh ini ia merasa tidak ada kesulitan. Untuk masalah sosialisasi yang orang lain takutkan juga tidak ada masalah.

“Saya tidak pernah memaksa mereka harus bisa membaca dan menulis juga. Apa yang mereka lakukan harus didasari rasa suka. Jadi mereka membaca, menulis, berhitung itu karena mereka memang suka,” pungkasnya. (nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved