Breaking News:

Ini Isi Pidato Presiden AS Donald Trump setelah Iran Menembakkan Rudal Balistik ke Pangkalan AS

Pagi hari setelah rudal Iran jatuh di pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan Amerika di Irak, presiden mengatakan tidak ada orang Amerika

Instagram @realdonaldtrump
Presiden AS, Donald Trump 

TRIBUNJAMBI.COM, WASHINGTON - Pada Kamis (9/1/2020) dini hari waktu Indonesia, banyak orang menunggu pidato Presiden Amerika Serikat Donald Trump setelah serangan rudal Iran ke pangkalan milter AS di Irak.

Banyak orang menunggu reaksi Trump atas serangan Iran itu, setelah sebelumnya pesawat drone Amerika Serikat membunuh jenderal Iran di Irak.

Namun, di luar dugaan Trump tampak melunak dan tidak bereaksi keras.

Pagi hari setelah rudal Iran jatuh di pangkalan-pangkalan yang menampung pasukan Amerika di Irak, presiden mengatakan tidak ada orang Amerika yang dirugikan dan Iran sekarang "tampaknya mundur."

Serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS di Baghdad, Irak
Serangan balasan Iran ke pangkalan militer AS di Baghdad, Irak (Twitter @HosseinDalirian)

Dikutip dari new york time online, dalam pidatonya di Gedung Putih, Presiden Trump berbicara tentang konflik dengan Iran setelah serangan balasannya terhadap dua pangkalan yang menampung pasukan Amerika, dan mengumumkan sanksi ekonomi baru terhadap Teheran.

“Selama saya adalah presiden Amerika Serikat, Iran tidak akan pernah diizinkan memiliki senjata nuklir. Iran tampaknya akan mundur, yang merupakan hal yang baik untuk semua pihak terkait, dan hal yang sangat baik bagi dunia,” kata Trump.

“Rakyat Amerika harus sangat berterima kasih dan bahagia. Tidak ada orang Amerika yang terluka dalam serangan semalam oleh rezim Iran. Kami tidak menderita korban. Semua prajurit kami selamat, dan hanya kerusakan minimal yang terjadi di pangkalan militer kami,” timpalnya.

Tembak 22 Rudal, Iran Klaim Tewaskan 80 Orang di Pangkalan Militer AS, Donald Trump: Semua Baik Saja

Pasukan Elite Iran yang Ditakuti AS & Sekutu - Pasukan Quds, Garda Revolusi Iran & Rudal Fateh

Namun, menurut Trump, Amerika Serikat akan segera menjatuhkan sanksi ekonomi tambahan terhadap rezim Iran.

Sanksi kuat ini akan tetap sampai Iran mengubah perilakunya.

Presiden Trump mundur dari konfrontasi militer lebih lanjut dengan Iran pada hari Rabu setelah rentetan rudal yang menembaki pasukan Amerika tidak membunuh siapa pun dan Teheran mengindikasikan bahwa akan menjadi akhir dari pembalasannya atas pembunuhan seorang jenderal top.

Halaman
123
Editor: Suci Rahayu PK
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved