Tak Ada Operasi Balasan ke Iran, Donald Trump Sebut Ingin Masa Depan yang Baik Bagi Rakyat Iran

Presiden AS Donald Trump menarik diri dari peluang perang dengan Iran, setelah markas pasukannya diserang rudal. Pada Rabu dini hari waktu Irak, Teher

Editor: rida
Researchgate
Presiden AS Donald Trump 

Hal-hal yang mungkin dilakukan Iran adalah menyerang basis-basis Amerika terdekat dengan Iran.

Dan inilah yang sekarang terjadi.

Saat disinggung terkait penyerangan pangkalan minyak AS, menurutnya minim terjadi karena disebutnya sebagai upaya bunuh diri dan justru memicu resesi dunia.

Karenanya, Connie menjelaskan seharusnya Trump bisa menahan diri untuk tidak meluluhlantahkkan Iran.

Banyak hal bisa terjadi.

Salah satunya hal itu bisa memicu Korea Utara bangkit.

"Apa yang terjadi pada Iran ini bisa memicu juga persiapan dari Korea Utara, karena pasti Korea Utara akan bersiap-siap untuk tidak berada dalam posisi yang sama dengan Iran," kata dia.

Selain itu, jangan remehkan Iran, karena di belakangnya kemungkinan terdapat China dan Rusia.

Mereka atas nama "perdagangan" bisa saja mensupport persenjataan Iran.

"Kekuatan persenjataan dan sistem senjata China dan Rusia kan lumayan untuk memperkuat Iran," tuturnya.

Meski rudal Iran sudah cukup bagus, perlu diingat senjata mereka tidak hanya itu.

Jika semua itu terjadi maka hal yang dikhawatirkan dunia akan terjadi, yaitu perang dunia ketiga.

Menurut Connie juga, begitu Iran luluh lantak, maka harga minyak akan meroket.

"Amerika dalam hal ini Trump harus sangat hati-hati karena Iran tidak sekecil Irak. Wilayahnya saja 5 kali ukuran Irak, dan masyarakatnya sudah sangat militan karena embargo dan beragam pengucilan yang dialaminya," imbuh dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Iran, Amerika Serikat, dan Potensi Perang Dunia Ketiga..."

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved