Tiga Tokoh Bungo Ambil Formulir Calon Perseorangan di KPU, Positif Maju Independen?

Hingga kini, sejumlah bakal calon yang berencana maju melalui jalur independen sudah mengambil formulir melalui KPU Bungo.

Tiga Tokoh Bungo Ambil Formulir Calon Perseorangan di KPU, Positif Maju Independen?

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Hingga kini, sejumlah bakal calon yang berencana maju melalui jalur independen sudah mengambil formulir melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bungo.

Ketua KPU Bungo, Muhammad Bisri mengatakan, formulir beserta dokumen-dokumen yang disyaratkan tersebut dapat dikembalikan pada 19-23 Februari 2020 mendatang.

"Kami selaku penyelenggara di KPU sudah mnyampaikan pengumuman calon perseorangan beberapa waktu lalu. Untuk penyampaian dokumen bisa diantarakan pada 19-23 Februari 2020," kata dia, belum lama ini.

Dia mengatakan, untuk maju sebagai calon perseorangan (independen) dalam Pilkada Bungo 2020 mendatang, perlu memperoleh dukungan paling sedikit 23.932 suara yang tersebar di 50 persen jumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Bungo.

Modus Perampokan Bos Batanghari Ekspres, Kaca Mobil Dipecah Sampai Uang Ratusan Juta Raib

Ular Piton 3 Meter Masuk Rumah, Warga Bungo Geger Sampai Damkar Ikut Sibuk

7 Penyakit yang Paling Banyak Menyerang Warga Mandiangin, Sarolangun

"Jumlah dukungan yang harus dikumpulkan paling sedikit 23.932 suara dari sembilan kecamatan di Bungo," jelasnya.

Sembilan kecamatan tersebut dihitung dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Bungo. Kata Bisri, peserta yang maju melalui jalur independen harus melangkapi formulir B1 KWK, yang ditempel KTP pendukung.

Selain itu, ada juga formulir lain yang dicetak dari sistem informasi pencalonan (silon).
"Nanti mereka kirim operator ke KPU supaya ada yang mengatur teknis untuk pengumpulan dokumen-dokumen yang dibutuhkan," ujarnya.

Saat disinggung bakal calon yang sudah mengantarkan formulir, Bisri menyebut belum ada. Namun, ada beberapa nama yang sudah mengambil formulir di KPU. Di antaranya, Hendri M Nur, Halilintar, dan Fauzan.

Namun, belum ada yang mengutus tim operator untuk proses pelengkapan dokumen pendukung itu. "Kemarin memang ada beberapa tokoh yang ambil formulir, tapi belum ada yang mengirim utusan untuk pengolahan data guna melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan itu," tukasnya.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved