7 Penyakit yang Paling Banyak Menyerang Warga Mandiangin, Sarolangun

Selama tahun 2019 yang lalu, Puskesmas Kecamatan Mandiangin mencatat sejumlah penyakit yang paling banyak ditangani oleh pihaknya.

7 Penyakit yang Paling Banyak Menyerang Warga Mandiangin, Sarolangun
Tribunsumsel.com
Bayi Elsa Diduga Meninggal Karena ISPA 

7 Penyakit yang Paling Banyak Menyerang Warga Mandiangin, Sarolangun

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Selama tahun 2019 yang lalu, Puskesmas Kecamatan Mandiangin mencatat sejumlah penyakit yang paling banyak ditangani oleh pihaknya.

Paling tinggi adalah ISPA. Hal itu disebabkan karena kurangnya kesadaran masyarakat dalam membiasakan hidup bersih dan sehat.

Kepala Puskesmas Mandiangin, dr. Yoga mengatakan selain penyakit ISPA tersebut, penyakit lainnya yang paling banyak ditangani pihaknya ada demam, penyakit mag, rematik, darah tinggi, penyakit kulit.

"Tahun 2019 jenis penyakit yang terbesar di wilayah Mandiangin, yang kita tangani itu pertama ISPA, kedua Vebris (demam), ketiga Disprsia (mag), keempat rematik, kelima hipertensi, keenam penyakit kulit dan ketujuh kebanyak penyakit ringan lainnya," katanya.

Modus Perampokan Bos Batanghari Ekspres, Kaca Mobil Dipecah Sampai Uang Ratusan Juta Raib

Bos Batanghari Ekspres Dirampok, Tiga Orang Bersenjata Api Gasak Uang Rp400 Juta Terekam CCTV SPBU

Bupati Bungo Lantik Pejabat Eselon III dan IV, Hari Terakhir Rombak Jabatan

Ia juga menjelaskan dibandingkan tahun 2018 yang lalu, penyakit yang paling banyak ditangani oleh pihaknya tetap sama dengan tahun 2019 silam. Hanya saja, jumlah pasien yang ditangani mengalami peningkatan dari tahun 2018 ke tahun 2019.

"Jumlah pasien berobat itu mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2018 lalu, tapi penyakitnya masih sama. Ya, peringkat pertama masih Ispa dan seterusnya," katanya.

Ia meminta masyarakat seharusnya membiasakan perilaku hidup bersih dan sehat, salah satunya membiasakan diri mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum makan atau setelah melakukan kegiatan dan berinteraksi di luar.

"Ispa itu erat kaitannya dengan perilaku hidup bersih dan sehat, biasanya menular dari orang ke orang, dan kita tidak membiasakan mencuci tangan pakai sabun. Kemudian musim kemarau kemarin berdampak kabut asap, kami sudah melakukan banyak kegiatan mulai penyuluhan ke desa-desa, pembagian masker dan pengobatan ke desa-desa,"katanya.

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved