Breaking News:

Naik Motor dari Jambi ke Makkah

Ternyata Yamaha NMax yang Dikendarai Lilik ke Makkah Bukan Miliknya, Mengapa Dijual?

Tak tanggung-tanggung, masjid yang akan dia bantu itu sebayak dua masjid, yaitu Masjid As Syuhada Pasar SPC Muara delang Tabir Selatan dan Masjid ...

Istimewa
Lilik Gunawan (38) berniat menjual Yamaha NMax yang digunakannnya berkendara Jambi-Makkah. dsd 

Mengapa?

Rupaya, Yamaha NMax yang dikendarai dengan anaknya bungsunya, Balda (4) akan dilelang di Arab Saudi.

Mengapa dijual dengan cara lelang? Bukankah itu merupakan kendaraan bersejarah baginya?

Balda (4) dan salah satu waitress di Ibis Style Hotel Dragon Mart Dubai. Namanya Sushma. Lilik Gunawan (38) dan anaknya naik sepeda motor dari Jambi ke Makkah.
Balda (4) dan salah satu waitress di Ibis Style Hotel Dragon Mart Dubai. Namanya Sushma. Lilik Gunawan (38) dan anaknya naik sepeda motor dari Jambi ke Makkah. (Instagram/jejakpalmarjambi)

Rupanya, jarak ribuan kilometer yang ditempuhnya tidak bakal hilang dari kenangan setelah motor itu dijual.

Ternyata Lilik memiliki tujuan lain.

Lilik Gunawan resmi membuka lelang kendaraan kesayangannya. Selasa (7/1) waktu Arab Saudi.

Sepeda motor Yamaha N-Max warna merah maroon tersebut rencananya dilelang dengan harga dasar 5.917,09 Riyal Saudi.

Jumlah itu setara Rp 22 juta.

Harga sepeda motor tersebut tak jauh beda dengan harga sepeda motor N-Max second di Jambi.

Namun yang membuat greget, motor itu memiliki sejarah yang luar biasa.

Motor tersebut telah dikendarai Jambi hingga ke Makkah.

Lilik mengendarai sepeda motor itu bersama anaknya Balda yang masih berusia empat tahun dari Merangin hingga ke Mekkah dan melewati berbagai negara.

Dikonfirmasi melalui WhatsApp pribadinya, Lilik menyebut sebenarnya tak ingin melelang sepeda motornya itu.

"Apalagi sepeda motor itu bukan milik pribadi, tapi kepunyaan saudaranya yang tinggal di Kota Jambi," tuturnya, Selasa (7/1/2020).

Dia nekat menjual sepeda motor dengan nopol BH 5557 ZH tersebut karena ingin membantu pembangunan masjid dilingkungan ia tinggal, yaitu di Kecamatan Tabir Selatan, Merangin.

Tak tanggung-tanggung, masjid yang akan dia bantu itu sebayak dua masjid, yaitu Masjid As Syuhada Pasar SPC Muara delang Tabir Selatan dan Masjid Baitul Amal Simpang SPH Muara Delang Tabir selatan.

"Masjid As Syuhada adalah tempat saya berjamaah, dan masjid Baitul Amal adalah tempat ibu saya berjamaah," kata Lilik.

Menurut dia, sampai lelang dibuka, sudah ada beberapa orang yang mencoba untuk menawarkan diri untuk membelinya, namun dirinya belum memutuskannya, sebab penjualan melalui sistem lelang.

Belum bisa dipastikan kapan lelang ini akan ditutup, yang jelas, sebut Lilik, lelang akan ditutup ketika dirinya sampai ke Bangko.

"Nanti yang urus lelang itu teman di KBRI disana," imbuhnya. (Muzakkir / Tribunjambi.com)

Sejarah Kronologi Perang Dunia 1 pada 1914-1918, 70 Juta Tentara Berperang, 9 Juta Prajurit Tewas

Amerika vs Iran Tanda Perang Dunia 3, Paranormal Wirang Birawa Prediksi Dampaknya di Indonesia

Amerika vs Iran Tanda Perang Dunia 3, Paranormal Wirang Birawa Prediksi Dampaknya di Indonesia

Bendera Merah Iran Berkibar, Jadi Tanda Tantangan Perang, Donald Trump Siagakan 3.000 Tentara

Penulis: Muzakkir
Editor: Edmundus Duanto AS
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved