Laju Inflasi Jambi Diperkirakan 0,35 - 0,75 Persen pada Januari 2020

Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Jambi pada Desember 2019, mengalami inflasi 0,38 persen (mtm).

Laju Inflasi Jambi Diperkirakan 0,35 - 0,75 Persen pada Januari 2020

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Perkembangan Indeks Harga Konsumen Kota Jambi pada Desember 2019, mengalami inflasi 0,38 persen (mtm). Sejalan dengan Kota Jambi, Kabupaten Bungo juga tercatat inflasi sebesar 0,21 persen (mtm). Sehingga secara akumulasi, Provinsi Jambi mengalami inflasi sebesar 0,37 persen (mtm) atau secara tahunan mengalami inflasi 1,40 persen (yoy).

A Pandu Wirawan, Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan Layanan Administrasi Bank Indonesia Provinsi Jambi menjelaskan, perkembangan inflasi tersebut lebih tinggi dibandingkan November 2019 yang mengalami deflasi 0,20 persen (mtm). Secara tahun kalender (Januari-Desember), laju inflasi Provinsi Jambi tercatat inflasi sebesar 1,40 persen (ytd).

"Inflasi Provinsi Jambi pada Desember 2019 terutama disebabkan oleh peningkatan harga kelompok bahan makanan, seiring dengan berkurangnya pasokan beberapa komoditas bawang merah, ikan-ikanan, dan sayur-sayuran di tengah meningkatnya permintaan memasuki HBKN Natal dan Tahun Baru," ujarnya dalam rilis media, Selasa (6/1).

Tim Sepak Bola Tanjab Barat Siap Bertarung Rbut Juara Gubernur Cup 2020

Masyarakat Diminta Waspadai Banjir dan Longsor, Ini Wilayah Rawan Longsor di Muarojambi

Dirut Bank Jambi M Yani Pamit: Terima Kasih Atas Amanah yang Dititipkan Kepada Saya

Dia melanjutkan, komoditas bahan makanan yang menjadi penyumbang utama inflasi adalah bawang merah, telur ayam ras, dan ikan nila. Meningkatnya harga bawang merah terjadi seiring dengan terbatasnya pasokan akibat berakhirnya musim panen di beberapa daerah sentra selama bulan laporan.

Sementara, inflasi telur ayam ras utamanya disebabkan oleh meningkatnya permintaan selama Natal dan Tahun Baru. Selanjutnya, peningkatan harga ikan nila terjadi di bulan Desember 2019 setelah pada bulan lalu mengalami deflasi.

"Angkutan udara juga menjadi komoditas penyumbang inflasi utama pada Desember 2019 seiring dengan tingginya permintaan selama HBKN Natal dan Tahun Baru," ucapnya.

Terkait inflasi di Kota Jambi, komoditas penyumbang inflasi terbesar pada Desember 2019 adalah bawang merah inflasi 20,21 persen mtm dengan andil 0,13 persen, angkutan udara inflasi 5,29 persen mtm dengan andil 0,10 persen, dan telur ayam ras inflasi 11,21 persen mtm dengan andil 0,09 persen.

Meningkatnya harga komoditas bawang merah terutama disebabkan terbatasnya pasokan di tengah meningkatnya permintaan. Komoditas telur ayam ras juga mengalami peningkatan seiring dengan tingginya permintaan selama HBKN Natal dan Tahun Baru. Sementara, peningkatan harga angkutan udara terjadi seiring dengan tingginya permintaan memasuki periode Natal dan Tahun Baru.

Sejalan dengan Kota Jambi, Kabupaten Bungo juga mengalami inflasi pada Desember 2019. Komoditas penyumbang inflasi terbesar di Kabupaten Bungo adalah angkutan udara inflasi 22,90 persen mtm dengan andil 0,08 persen, bawang merah inflasi 7,42 persen mtm dengan andil 0,07 persen, dan telur ayam ras inflasi 4,48 persen mtm dengan andil 0,05 persen.

Kondisi ini disebabkan oleh terbatasnya pasokan di tengah meningkatnya permintaan masyarakat di bulan laporan. Tingginya harga angkutan udara seiring dengan melonjaknya permintaan memasuki periode Natal dan Tahun Baru.

Peningkatan harga bawang merah disebabkan oleh terbatasnya pasokan selama bulan laporan setelah berakhirnya masa panen di beberapa daerah sentra. Sementara, harga telur ayam ras kembali mengalami peningkatan disebabkan berkurangnya stok di tingkat agen maupun pedagang pengecer di tengah naiknya permintaan.

Mempertimbangkan kondisi terkini serta kebijakan pemerintah maupun pelaku usaha, BI memperkirakan laju inflasi Januari 2020 berada pada kisaran 0,35 - 0,75 persen (mtm) atau 2,20 - 2,60 persen (yoy).

"Inflasi utamanya akan didorong oleh peningkatan harga komoditas rokok dan bahan makanan seiring dengan kenaikan tarif cukai tembakau yang ditetapkan oleh pemerintah di tahun 2020 serta terbatasnya pasokan bahan pangan menyusul gangguan produksi dan distribusi akibat pengaruh cuaca di awal tahun," pungkas Pandu.

Penulis: fitri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved