Laut Natuna

Terungkap Kekayaan Harta Karun Laut Natuna Hingga Indonesia dan China Memanas!

Sengketa di Laut Natuna antara Indonesia dan China mulai memanas, apa sebenarnya yang terjadi?

Terungkap Kekayaan Harta Karun Laut Natuna Hingga Indonesia dan China Memanas!
Laut Natuna 

TRIBUNJAMBI.COM- Sengketa di Laut Natuna antara Indonesia dan China mulai memanas, apa sebenarnya yang terjadi?

Ternyata ada harta karun di laut Natuna bikin Indonesia dan China memanas.

Hubungan Indonesia China dalam beberapa hari terakhir sedang panas dingin.

Ini setelah insiden masuknya kapal-kapal nelayan asal China yang dikawal kapal coast guard terdeteksi masuk ke perairan Natuna secara ilegal.

Kejadian Mistis - Arwah Orang Meninggal Mengikuti Sopir Ambulan Hingga Pengalaman Nabrak Tebing

Libur Panjang Natal & Tahun Baru 2020, Trafik Data XL Axiata di Sumatra Naik 70%

Pemerintah sendiri, lewat Kementerian Luar Negeri, telah mengirim nota protes resmi dan memanggil Dubes China untuk Indonesia di Jakarta.

Selain kaya sumber daya perikanan dan alamnya yang indah, perairan natuna.

Dikutip dari Harian Kompas, 23 Juli 2016, Haposan Napitupulu, mantan Deputi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas, menjabarkan kalau laut Natuna memiliki cadangan minyak dan gas ( migas ) yang sangat besar.

Salah satu blok migas di Natuna yang cadangannya sangat besar lapangan gas Natuna D-Alpha dan lapangan gas Dara yang kegiatan eksplorasinya telah dilakukan sejak akhir 1960-an.

Masyarakat Meriahkan Rangkaian Kegiatan HUT Provinsi Jambi ke-63

WIKIJAMBI Produksi Nanas Berlimpah, Petani di Tanjab Timur Olah Nanas Jadi Dodol dan Sirup

Ketika itu salah satu perusahaan migas Italia, Agip, melakukan survei seismik laut yang ditindaklanjuti dengan melakukan 31 pengeboran eksplorasi.

Kegiatan in berhasil menemukan cadangan migas terbesar sepanjang 130 tahun sejarah permigasan Indonesia dengan cadangan gas 222 triliun kaki kubik (TCF) dan 310 juta bbl minyak, dengan luas 25 x 15 km2 serta tebal batuan reservoir lebih dari 1.500 meter.

Halaman
1234
Editor: heri prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved