Siapa Sebenarnya Prof Dr KH Yunahar Ilyas? Ketua PP Muhammadiyah Meninggal Dunia
Innalilahi wainna ilaihi rajiun. Telah meninggal dunia, Prof. Dr. KH. Yunahar Ilyas,Lc Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Siapa Sebenarnya Prof Dr KH Yunahar Ilyas? Ketua PP Muhammadiyah Meninggal Dunia
TRIBUNJAMBI.COM - Kabar duka dari MUI (Majelis Ulama Indonesia)
Inna lillahi wa inna ilaihi raaji'un. Kabar duka datang dari organisasi islam Muhammadiyah.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr KH Yunahar Ilyas, LC meninggal pada Kamis (2/1/2020) di Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta.
Kabar meniggalnya Pimpinan Pusat Muhammadiyah periode 2015-2020 itu dibagikan oleh pihak Muhammadiyah melalui akum twitter @muhammadiyah yang telah diverivikasi.

"Innalilahi wainna ilaihi rajiun.
Telah meninggal dunia
Prof. Dr. KH. Yunahar Ilyas,Lc Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada tanggal 2 Januari pukul 23.47 di RS. Sarjito Yogyakarta.
Semoga almarhum husnul khotimah"
• Jadwal Konser Nissa Sabyan di Jambi, Ini Rundown Lengkap Perayaan HUT Provinsi Jambi
• Banyak Mobil Terendam Banjir di Jabodetabek, Begini Cara Agar Kerusakan Bisa Diklaim Asuransi
Yunahar diketahui sebelumnya menderita penyakit ginjal.
Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, dr Agus Taufiqurrahman yang selama ini turut mendampingi Prof Yunahar menjelaskan, setelah dirawat di RS Sardjito, Prof Yunahar semula dalam rangka persiapan cangkok ginjal.
"Namun karena kondisi prof Yun menurun kemudian dirawat di ICU," jelas Agus Taufiqurrahman, dilansir laman Muhammadiyah.or.id.
Selain menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar juga merupakan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2015-2020.
Prof Yunahar merupakan putra Bukittinggi kelahiran 22 September 1956 ini menjadi anggota Muhammadiyah sejak tahun 1986.
Semasa di Muhammadiyah, Yunahar pernah menjabat sebagai Ketua Majelis Tabligh dan Dakwah Khusus PP Muhammadiyah periode 2000-2005.
Pada periode 2005-2010 menjabat sebagai Ketua PP Muhammadiyah, lalu berlanjut pada 2010-2015 hingga 2015-2020.
Sementara untuk jabatan diluar muhammadiyah, ia tercatat sebagai salah satu unsur ketua di Majelis Ulama Indonesia Pusat.