Ternyata Ini Penyebab Harga Cabai Merah di Tanjab Barat Melonjak hingga Rp100 Ribu Sekilo

Harga cabai melonjak tinggi disebabkan mobil ekspedisi pengiriman barang terkena musibah.

Ternyata Ini Penyebab Harga Cabai Merah di Tanjab Barat Melonjak hingga Rp100 Ribu Sekilo
Tribunjambi/Darwin
Harga cabai di Kuala Tungkal melonjak akibat pasokan minim di pasar. 

Ternyata Ini Penyebab Harga Cabai Merah di Tanjab Barat Melonjak hingga Rp100 Ribu Sekilo

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL - Harga cabai melonjak tinggi disebabkan mobil ekspedisi pengiriman barang terkena musibah.

Harga cabai di Kota Kuala Tungkal melonjak tinggi hingga 163 persen. Harga cabai saat ini dijual dengan harga Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram. Sementara sebelumnya dijual dengan harga Rp 38 ribu per kilonya.

Kenaikan harga cabai itu dibenarkan Syafriwan, Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Tanjab Barat. Dia mengatakan saat ini terjadi kenaikan harga bahan pokok, khususnya cabai merah.

Pihaknya pun mencari informasi dan melakukan koordinasi dengan pihak Satgas pangan Tanjab Barat.

Harga Cabai Merah Rp 180 Ribu Sekilo, Pemilik Rumah Makan di Jambi Menjerit

Lagi Gembala Sapi, Nenek-nenek di Bungo Ditabrak Sepeda Motor, Akhirnya Meninggal

Rangkaian HUT Pemprov Jambi ke-63, Jaksa Agung hingga Nissa Sabyan Ikut Datang ke Jambi

Serapan Anggaran Pemprov Jambi Tak Capai Target, OPD Minta Perpanjangan Waktu Proyek

"Untuk sementara kita mendapatkan keterangan bahwa pasokannya memang tipis, sedikit, sehingga di pasar cabai langka," ujarnya kepada Tribunjambi.com, Kamis (2/1/2020).

Kelangkaan yang menyebabkan harga naik itu disebabkan musibah dalam pendistribusian barang ke provinsi Jambi.

"Keterangan sementara kendaraan yang mengangkut cabainya ada musibah. Sehingga tidak ada cabai di Kuala Tungkal," katanya.

Dia juga mengatakan bahwa kelangkaan cabai ini tidak hanya terjadi di Kuala Tungkal, namun juga terjadi di Provinsi Jambi.

Untuk tindakan sementara, Syafriwan mengatakan akan berkoordinasi dengan daerah atau agen yang memilki stok cukup.

"Kita cari info dimana stok terbanyak, nanti kita koordinasikan dengan pedagang-pedagang," pungkasnya. (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Penulis: Darwin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved