Anggota Densus 88 Ditusuk di Jambi

Siapa Sebenarnya Wahyu Firmansyah? Terduga Teroris di Jambi Tusuk Anggota Densus 88

Personel bernama Bripda Saud itu ditusuk Wahyu Firmansyah di Tebo, Jambi. Pertarungan sengit sempat terjadi di lokasi.

Istimewa
Anggota Densus 88 ditusuk terduga teroris di Jambi. 

Polisi juga menembak dua orang lainnya pada bagian kaki. Sedangkan satu orang lagi melarikan diri ke arah sawah-sawah.

"Jadi karena dia melawan lalu ditembak jeder-jeder, gitu," tutur Sardan.

Sardan mengaku sempat melihat dari pelaku yang dilumpuhkan itu, ditemukan senjata rakitan yang disimpan oleh orang yang ditembak pada bagian dadanya.

"Rasaku yang terkapar tadi tiga," ujarnya.

Menurutnya, saat diangkat dari lokasi, ketiga korban masih tampak hidup.

Di lokasi terlihat sepi, ada sekitar empat rumah yang masing-masing berjarak beberapa meter.

Kerumunan warga terjadi setelah penembakan. Hingga kini, beberapa anggota polisi masih berjaga di lokasi.

Sebelumnya, dua terduga teroris tewas dalam baku tembak dengan personel Densus 88 di Desa Kota Datar, Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Sabtu (16/11/2019).

"Ada dua orang terduga teroris yang tewas ditembak personel, dan ada satu personel yang kena tembak," ujar Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto.

Ia menjelaskan, polisi yang kena tembak masih dirawat di Puskesmas Kota Datar.

Kedua terduga teroris ditembak, kata Agus, karena melakukan perlawanan saat hendak ditangkap petugas Densus 88.

"Keduanya ditembak mati karena menyerang anggota. Semua ini harus ditindak tegas," katanya seraya menyatakan kedua jenazah telah dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Sampai saat ini, kata pria dengan bintang dua di pundaknya, tim Densus 88 terus bergerak mengejar pelaku terduga teroris lainnya sampai ke Aceh.

"Untuk detailnya nanti akan diberitahu, tim masih bekerja. Untuk yang di Aceh ada tiga orang yang diamankan,"akunya.

Untuk memberikan keamanan kepada masyarakat, sambungnya, pihaknya mengejar pelaku terduga teroris sampai ke Aceh.

"Kemarin kita sudah monitor, cuma karena belum melakukan aksi kita tidak bisa melakukan tindakan."

"Sekarang akan kita tertibkan. Sembilan oang yang berpotensi kemarin sudah menjadi tersangka," katanya.

Irjen Agus Andrianto menyatakan, polisi akan terus melakukan penyisiran untuk mengungkap jaringan teroris yang meledakkan diri di Mapolretasbes Medan.

Ia pun menyatakan beberapa lokasi sudah dilakukan penggeledahan dan pemeriksaan secara laboratoris.

"Memang ada beberapa tempat ditemukan racikan-racikan bahan peledak," ungkapnya.

Sebelumnya, Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri bersama Polda Sumut, menembak mati dua terduga teroris, dalam penangkapan di Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, Sabtu (16/11/2019).

Baku tembak terhadap terduga teroris terjadi sekitar pukul 11.30 WIB. Dua terduga teroris mati tertembak dan satu orang melarikan diri.

Saat kejadian, pelaku menggunakan sepeda motor dan diadang oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

Dalam aksi baku tembak itu, satu anggota Densus 88 terluka akibat pahanya tertembak, dan sedang dirawat di Puskesmas Kota Datar.

Ditembak matinya dua terduga teroris dibenarkan Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto, saat mengunjungi Markas Brigif 7 Rimba Raya.

Agus mengatakan, dua terduga teroris ditembak mati, karena melakukan perlawanan kepada petugas saat ditangkap.

"Kedua terduga teroris ditembak mati karena menyerang anggota," kata Agus, Sabtu (16/11/2019).

"Apakah tindakan ini harus dibiarkan? Semua ini harus ditindak tegas," tegas Agus.

Diungkapkan jenderal bintang dua ini, saat ini kedua jenazah sedang dalam perjalanan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sumut di Jalan KH Wahid Hasyim, Kota Medan.

Hingga saat ini, Tim Densus 88 masih terus bergerak untuk mengejar para pelaku terduga teroris lainnya hingga ke Aceh.

“Untuk detilnya nanti saya jelaskan, tim masih kerja. Untuk yang di Aceh ada 3 orang yang diamankan,” tuturnya.

Disebutkan Agus, 9 orang berpotensi sebagai tersangka kasus bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan.

"Sudah ada 14 orang yang diamankan dan tengah diperiksa terkait bom bunuh diri. Sembilan orang berpotensi sebagai tersangka," paparnya.

Sehari sebelumnya, Jumat (15/11/2019), tiga rumah di Jalan Tambak Lingkungan 20, Kelurahan Canang Kering, Kecamatan Medan Belawan, digeledah selama tiga jam, mulai pukul 14.30 WIB.

Dalam penggeledahan tersebut, Tim Inafis serta Labfor menggeledah rumah yang berukuran lebih kurang 7x12 tersebut.

Tidak lama setelah penggeledahan, petugas membawa seorang wanita pada pukul 15.30 WIB.

Namun, belum diketahui apakah wanita yang diamankan tersebut terkait peristiwa bom bunuh diri yang dilakukan Rabbial Muslim Nasution di Mapolrestabes Medan pada Rabu (13/11/2019) lalu.

Sekitar pukul 18.00 WIB, Tim gabungan Densus 88, Polda Sumut, dan Polres Pelabuhan Belawan, keluar dari lokasi yang diberi garis polisi tersebut.

Direktur Reserse Kriminal (Dirkrimum) Polda Sumut Kombes Andi Rian keluar dari lokasi penggeledahan bersama rombongan Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri.

Namun, Andi Rian mengaku dirinya tidak bisa memberikan keterangan secara resmi, perihal hasil penggeledahan dan barang apa saja yang diamankan.

"Coba tanya sama Tim Densus 88 saja ya," ucap Andi singkat.

Sementara, Lurah Sicanang Zulkifli yang juga turut hadir di lokasi mendampingi penggeledahan mengatakan, ada tiga rumah yang digeledah.

"Rumah yang digeledah, rumah milik Rudi Suharto, Anto, dan Syamsudin/Syafri," tutur Zulkifli.

Terkait benda apa saja yang diamankan dari ketiga rumah, Zulkifli mengaku tidak bisa memberikan keterangan karena bukan kapasitasnya.

"Soal itu saya tidak bisa memberitahukan, karena ada tim khusus dari Densus 88 yang lebih berhak menjelaskan soal tersebut," ujarnya.

Perihal aktivitas apa yang mereka lakukan di sini, Zulkifli mengaku tidak tahu.

Tapi, sebagai lurah dirinya menyebutkan setelah kejadian ini, sudah mengimbau masyarakat untuk bersikap biasa saja.

"Kita imbau masyarakat jangan terlalu ingin mengetahui apa yang dilakukan polisi. Beraktivitas lah seperti biasa, biarkan polisi melaksanakan tugasnya," imbaunya.

Di sisi lain, beredar informasi dari warga, selama dua bulan terakhir pengajian yang mereka lakukan cukup meresahkan masyarakat.

"Kalau soal itu coba tanya warganya saja. Karena belum ada laporan resmi yang masuk ke saya soal itu," katanya.
Hingga malam, tim gabungan masih terus melakukan penggeledahan di rumah tersebut, bahkan ada beberapa rumah yang juga diperiksa oleh petugas gabungan tersebut.

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul BREAKING NEWS: Anggota Densus 88 Ditusuk Terduga Teroris di Jambi

2 Anggota TNI Tewas di Intan Jaya Papua, OPM Bertanggung Jawab Atas Penembakan, Ini Kronologinya

16 Kopassus Dikepung Musuh Tapi Helikopter Penjemput Tak Datang, Kisah Menegangkan Kampung Aruk

Inilah A Riyanto Pencipta Lagu Indomie Seleraku yang Legendaris? Ternyata sudah Ada sejak 1980-an

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved