Begini Cara Dinas Kesehatan Bungo Menanggulangi Serangan DBD

Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo berupaya untuk menanggulangi permasalahan demam berdarah dengue (DBD).

Begini Cara Dinas Kesehatan Bungo Menanggulangi Serangan DBD
Net
Ilustrasi

Begini Cara Dinas Kesehatan Bungo Menanggulangi Serangan DBD

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo berupaya untuk menanggulangi permasalahan demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bungo.

Kepala Dinkes Kabupaten Bungo, Safaruddin, melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), M Rasyid menyampaikan, sesuai standar operasional, pihaknya terus memberikan penyuluhan.

"Di setiap Puskesmas kan ada promkes (promosi kesehatan). Diharapkan itu dapat memberikan informasi tentang DBD," katanya, Kamis (19/12/2019).

Selain itu, setiap laporan kasus yang diterima langsung ditindaklanjuti dengan penyelidikan epidemiologi. Epidemiologi di sini dimaksudkan untuk mengetahui penyebab dan kemungkinan sebaran dampak DBD.

Polisi Temukan Tersangka Pemerkosa Janda di Tebo Terikat Tanpa Pakaian

Pemkab Muarojambi Minta Perusahaan Kooperatif untuk Selesaikan Konflik

KETAHUAN Ini Penyebab Puluhan Jemaah Umrah Merangin Telantar di Jakarta

Tersangka Pemerkosa Janda di Tebo Tewas Dimassa, Keluarga Tuntut Pelaku Pengeroyokan Dihukum

"Apa itu penularan setempat, atau penderita merupakan pendatang, itu perlu kita ketahui," ujarnya.

Selanjutnya, pihaknya juga melakukan pembasmian dengan bubuk abate hingga penyemprotan (fogging). Sepanjang 2019, pihaknya sudah melakukan 88 kali fogging di sejumlah daerah terjangkit DBD.

Untuk diketahui, jumlah kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Bungo berfluktuasi. Hingga pertengahan Desember 2019, Dinas Kesehatan Kabupaten Bungo mencatat 143 kasus demam berdarah dengue (DBD).

Rasyid mengatakan, pada bulan Desember saja, hingga Rabu (18/12/2019), pihaknya mencatat 9 kasus DBD.
"Jumlah kasus DBD, untuk bulan Desember sampai tanggal 18, ada 9 kasus," ujarnya.

Dari data yang tercatat, kasus DBD paling banyak terjadi pada Januari 37 kasus, Februari 31 kasus, Maret 24 kasus, dan terus menurun pada April 16 kasus, dan Mei 3 kasus.

Pada bulan Juni, jumlahnya kembali naik menjadi 9 kasus, Juli turun menjadi 4 kasus, Agustus 3 kasus, September 2 kasus, Oktober 1 kasus, dan kembali naik pada November dengan jumlah 4 kasus.

Berdasarkan laporan yang diterimanya, jumlah kasus terbanyak berasal dari Puskesmas Muara Bungo I, Puskesmas Rimbo Tengah, dan Puskesmas Rantau Keloyang.

"Awal tahun lalu juga sempat banyak laporan dari Puskesmas Kuamang Kuning dan Puskesmas Air Gemuruh," imbuhnya.

Namun, di antara pasien DBD yang tercatat itu, pihaknya mengklaim tidak ada yang meninggal dunia.
(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved