Ingat Danny Nugroho yang Tahun Lalu Masuk Orang Terkaya di Indonesia, Begini Kondisinya Sekarang
Ingat Danny Nugroho pria yang tahun lalu masuk daftar orang terkaya di Indonesia? Begini kondisinya sekarang
Ingat Danny Nugroho yang Tahun Lalu Masuk Daftar Orang Terkaya di Indonesia, Begini Kondisinya Sekarang
TRIBUNJAMBI.COM - Ingat Danny Nugroho pria yang tahun lalu masuk daftar orang terkaya di Indonesia? Begini kondisinya sekarang.
Tahun lalu, beberapa nama baru masuk daftar orang terkaya di Indonesia 2018 yang dibuat majalah Forbes, di antaranya Danny Nugroho,
Tapi setahun kemudian pada 2019, kondisinya berbeda.
• Kisah Erick Thohir, Sandiaga Uno dan Garibaldi, 3 Sahabat Pengusaha Hebat Bikin Perusahaan Bareng
• Siapakah Tony Wenas? Jejak Karier Direktur Utama PT Freeport Indonesia yang Baru
• Apa Itu PT Garuda Tauberes Indonesia? Erick Thohir Terbahak-bahak Dengar Nama Cucu
Memang, 10 nama yang masuk daftar orang terkaya di Indonesia merupakan konglomerat Indonesia, tak ada PNS.
Ada empat pendatang baru masuk daftar orang terkaya di Indonesia 2018, dengan jumah harta kekayaan belasan triliunan rupiah.
Danny Nugroho memiliki prestasi mengesankan. Dia masih berusia muda, 43 tahun, namun masuk daftar orang terkaya di Indonesia 2018.
Informasi yang dihimpun Tribunjambi.com, Danny meraih gelar sarjana sains dari Ohio State University, Columbus, Ohio, Amerika Serikat, pada tahun 1998.
Meski berlatar belakang pendidikan sains, Danny Nugroho bergabung dengan PT Bank Capital Indonesia Tbk, sebagai Presiden Komisaris sejak 2004.
Anggaran dasar bank disetujui oleh Menhukham pada 27 Mei 1989 dan Menteri Keuangan pada 25 Oktober 1989. Bank resmi beroperasi komersial pada 25 Oktober 1989. Bank ini resmi beroperasi komersial pada 25 Oktober 1989.

Pada 2004, perusahaan ini diakuisisi oleh Danny Nugroho, kemudian terjadi perubahan nama menjadi Bank Capital Indonesia. Nama ini disetujui Menhukham pada 29 September 2004, dan Bank Indonesia pada 19 Oktober 2004.
Sejak perubahan nama dan perubahan pemegang saham, kantor pusat perusahaan pindah dari Wisma Mulia menuju Sona Topas Tower (dahulu Menara BCD) pada 22 September 2004.
Berikut ini susunan manajemen perusahaan:
- Danny Nugroho - Komisaris Utama
- Amrih Masjhuri - Komisaris Independen
- Isbandiono Subadi - Komisaris Independen
- Nico Mardiansyah - Direktur Utama
- Wahyu Dwi Aji - Direktur
- Maxen Bastian Nggadas - Direktur
- Gatot Wahyu Djatmiko - Direktur
Hartono belum tergeser
Pada 2018, ada empat orang pendatang baru dalam daftar orang terkaya di Indonesia 2018, posisi teratas masih diduduki Hartono bersaudara, pemilik Djarum.
Memiliki kekayaan sebanyak US$35 miliar atau sekitar Rp 508 triliun, Hartono bersaudara telah menjadi orang terkaya di Indonesia selama 10 tahun terakhir menurut Majalah Forbes
Dalam rilis terbaru Majalah Forbes mengenai daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2018, Hartono bersaudara masih belum tergusur, namun ada ada empat orang baru yang menempati posisi ini.
"Daftar tahun 2018 ini istimewa karena ada empat pendatang baru, dan dua di antaranya relatif masih muda," kata pemimpin redaksi Forbes Indonesia, Taufik Darusman, kepada Famega Syavira dari BBC News Indonesia, Kamis (13/12).

Salah satunya adalah Danny Nugroho, presiden PT Bank Capital Indonesia, yang baru berusia 43 tahun, masuk ke peringkat 38 dengan kekayaan US$790 juta (Rp 11,4 triliun).
Selain itu ada pula Benny Tjokrosaputro (49 tahun), cucu pendiri Batik Keris, di urutan 43 dengan kekayaan US$670 juta (Rp 9,7 triliun).
Benny membangun perumahan dan hotel di berbagai kota di Indonesia.
"Selain itu, kebanyakan mereka yang masuk di daftar berhasil mempertahankan posisinya, menunjukkan bahwa mereka sudah mantap di masing-masing lini bisnisnya," kata Taufik.
Ini bisa dilihat dari posisi Hartono bersaudara yang telah menjadi orang terkaya di Indonesia selama 10 tahun terakhir.
"Jaraknya sangat jauh dengan peringkat dua, sehingga posisi mereka akan sangat sulit digeser. Meski demikian, konglomerat lain sangat berpotensi meningkatkan jumlah kekayaan mereka dalam jumlah besar meskipun tidak mengungguli peringkat pertama," kata Taufik.
Berikut ini nama-nama 10 orang terkaya di Indonesia 2018 dan sumber kekayaannya.
1. R Budi dan Michael Hartono, US$35 miliar (Rp508 triliun)
Sekitar 70% kekayaan mereka berasal dari Bank Central Asia.
Keluarga ini juga pemilik perusahaan produsen rokok, Djarum, elektronik Polytron dan real estate. Hartono bersaudara juga ada di peringkat lima dalam daftar keluarga terkaya Asia 2017.
2. Susilo Wonowidjojo US$9,2 miliar (Rp133 triliun)
Susilo (62 tahun) naik ke peringkat dua karena meningkatnya harga saham Gudang Garam, perusahaan yang memperoduksi sekitar 70 miliar batang rokok setiap tahunnya.
Keluarga Wonowidjojo juga berinvestasi di kelapa sawit melalui Makin Group.
3. Eka Tjipta Widjaja US$8,6 miliar (Rp124 triliun)
Tahun ini kekayaan Eka Tjipta (95 tahun) turun US$500 juta, sehingga Eka Tjipta pun turun ke peringkat tiga.
Kekayaan Eka berasal dari grup Sinar Mas yang bergerak di industri kertas, agrobisnis, telekomunikasi, real estate dan layanan finansial.
4. Sri Prakash Lohia US$7,5 miliar (Rp108 triliun)
Sri Prakash (66 tahun) pindah ke Indonesia dari India pada tahun 1970-an. Naik ke posisi empat seiring peningkatan harga saham Indorama Ventures, perusahaan petrokimia yang terdaftar di bursa Thailand.
Produk yang dihasilkan perusahaannya antara lain pupuk, bahan mentah tekstil dan sarung tangan medis.
5.Anthony Salim US$5,3 miliar (Rp76,9 triliun)
Anthoni Salim (69 tahun) adalah kepala Grup Salim, yang memiliki lebih dari 50% saham Indofood.
Grup Salim memiliki pula firma investasi First Pacific di Hong Kong, pabrik roti di Singapura, dan perusahaan perdagangan di Cina. Kekayaannya tahun ini turun US$1,6 miliar
6. Tahir US$4,5 miliar (Rp65 triliun)
Tahir (66 tahun) adalah bos Mayapada Group, perusahaan yang bergerak di bidang perbankan, rumah sakit, dan real estate.
Dia juga memiliki sebagian lisensi Forbes Indonesia yang menerbitkan daftar orang terkaya ini.
7. Chairul Tanjung US$3,5 miliar (Rp50,8 triliun)
CT Corp milik Chairul Tanjung (56 tahun) dikenal sebagai perusahaan pemilik stasiun TV, Bank Mega dan jaringan supermarket.

Perusahaan itu juga mengelola beberapa waralaba seperti Wendy's, Versace dan Mango.
8. Boenjamin Setiawan dan keluarga US$3,2 miliar (Rp46,4 triliun)
Boenjamin (85 tahun) mendirikan Kalbe Farma tahun 1966 di garasi rumahnya hingga kini menjadi perusahaan farmasi terbesar di Indonesia.
Dr Boen punya gelar doktoral bidang farmasi, dan juga memiliki 12 rumah sakit Mitra Keluarga.
9. Jogi Hendra Atmaja US$3,1 miliar (Rp45 triliun)
Jogi Hendra Atmaja (72 tahun) memiliki Grup Mayora, salah satu produsen makanan terbesar di Indonesia yang menjual kopi, biskuit, permen dan lain-lain. Merek Mayora juga dijual di 90 negara di dunia dan mempekerjakan 30.000 orang.
10. Prajogo Pangestu US$3 miliar (Rp43,5 triliun)
Prajogo Pangestu (74 tahun) adalah pemilik PT Barito Pacific dan Chandra Asri, yang merupakan produsen petrokimia terpadu terbesar di Indonesia.
Perempuan Terkaya
Hanya ada dua perempuan dalam 50 besar, yaitu Arini Subianto (47 tahun) di peringkat 44 dengan kekayaan Rp 9,6 triliun. Baca wawancara BBC Indonesia dengan Arini Subianto di artikel ini.
Perempuan terkaya kedua adalah Kartini Muljadi (88 tahun) di peringkat 49 dengan harta Rp8,8 triliun.

Kartini memiliki Tempo Group, induk usaha PT Tempo Scan Pacific. Dia juga pengacara dan mantan hakim, yang hingga kini masih memiliki firma hukum bernama Kartini Muljadi & Rekan.
Menurut Pemred Forbes Taufik, di luar daftar 50 besar masih ada sekitar tujuh hingga delapan perempuan dengan kekayaan yang cukup besar, meskipun tidak sampai US$600 juta.
Menurut Taufik, daftar ini disusun berdasarkan jumlah saham yang dimiliki, dikalikan nilai saham.
"Ditambah info yang disuplai oleh sumber-sumber tertentu, termasuk mereka sendiri," kata Taufik.
10 orang terkaya di Indonesia tahun 2019
1. R. Budi & Michael Hartono (BCA, Djarum, Polytron) 37,3 miliar dollar AS (Rp 522,2 triliun)
2. Keluarga Widjaja (Sinar Mas) 9,6 miliar dollar AS ( Rp 134,4 triliun)
3. Prajogo Pangestu (Barito Pacific) 7,6 miliar dollar AS (Rp 106,4 triliun)
4. Susilo Wonowidjojo 6,6 miliar dollar AS (Rp 92,4 triliun)
5. Sri Prakash Lohia (Indorama) 5,6 miliar dollar AS (Rp78,4 triliun)
6. Anthoni Salim (Salim Group) 5,5 miliar dollar AS (Rp 77 triliun)
7. Tahir (Mayapada Group) 4,8 miliar dollar AS (Rp 67,2 triliun)
8. Boenjamin Setiawan (Kalbe Farma) 4,35 miliar dollar AS (Rp 60,9 triliun)
9. Chairul Tanjung (CT Corp) 3,6 miliar dollar AS (Rp 50,4 triliun)
10. Jogi Hendra Atmadja (Mayora) 3 miliar dollar AS (Rp 42 triliun)
11. Bachtiar Karim (Musim Mas) 2,6 miliar dolalr AS (Rp 36,4 triliun)
12. Mochtar Riady (Lippo Group) 2,1 miliar dollar AS (Rp 29,4 triliun)
13. Martua Sitorus (Wilmar Group) 2 miliar dollar AS (Rp 28 triliun)
14. Putera Sampoerna (Sampoerna Strategic Group) 1,8 miliar dollar AS (Rp 25,2 triliun)
15. Kuncoro Wibowo (Kawan Lama) 1,7 miliar dollar AS (Rp 23,8 triliun)
• Siapa Sebenarnya Robby Djohan? Pernah Selamatkan Garuda dari Kebangkrutan, Selamatkan Menteri BUMN
• Jejak Karier Antasari Azhar, Jaksa yang Memutuskan Jadi Ketua KPK
• Siapa Sebenarnya Fuad Rizal? Plt Dirut Garuda Indonesia Pengganti Ari Askhara
• Jejak Karier - Pendidikan Hotman Paris Hutapea, Rahasia Minum Kuah Sup dan Mobil Puluhan Miliar