Kisah Militer

Pilot Heli yang Angkut Kopassus Berpikir Keras, Berita Duka Jawab Kekhawatiran Kapten Pandu

Namun nahas empat prajurit Kopassus menjadi korban kekejaman para pemberontak sebenarnya apa yang terjadi di sana?

Ilustrasi Kopassus 

Kapten Pandu sempat ragu.

Namun, sekali lagi Danramil berhasil meyakinkannya dengan mengatakan bahwa daerah itu adalah kekuasaannya dan ia hafal betul situasi di sana.

Kapten Pandu akhirnya menurut. 

Markas Rumbiak ternyata berjarak sekitar 2 km dari pesawat dan mereka (rombongan Kopassus, pilot heli ditambah 2 kru televisi ) terus berjalan dan disambut oleh barisan anggota TPN.

Mereka (TPN) bertelanjang dada tapi bersenjata lengkap, seperti tombak, panah, kapak dan lainnya.

Kapten Pandu jantungnya berdesir karena posisi para rekannya kini seperti terkepung oleh TPN dan dalam kondisi mudah sekali diserang.

Di lokasi para prajurit TPN yang siap tempur itu rombongan Kapten Pandu ternyata belum melihat tanda-tanda keberadaan Rumbiak .

Sejumlah prajurit Rumbiak yang tampaknya ‘perwira’-nya mengatakan bahwa Panglima Rumbiak sedang bersembunyi dari kejaran Brimob di tempat yang hanya mereka yang tahu.

Mendengar keterangan itu, Kapten Pandu menjadi semakin tegang.

Ia seperti masuk jebakan karena jauh dari heli yang seharusnya selalu berada dalam jangkaunnya.

Meskipun para anggota Kopassus dalam rombongan itu meyakinkan bahwa wilayah setempat sudah mereka kuasai betul, Kapten Pandu tetap khawatir.

Tapi di tengah ketegangan itu Kapten Pandu masih terhibur karena semua kejadian yang sedang berlangsung justru diliput oleh kamerawan TV dengan tenangnya.

Akhirnya posisi persembunyian Rumbiak yang berupa sebuah gubuk berhasil ditemukan sekitar 1 kilometer dari markas TPN .

Setelah bernegosiasi, Rumbiak berhasil dibawa ke heli yang langsung start engine dan mengudara pada ketinggian 1.000 kaki menuju Jayapura.

Sekitar tiga bulan kemudian saat Kapten Pandu kembali ditugaskan ke Papua, ternyata terdengar berita mengenaskan.

Empat anggota Kopassus yang sempat bersama-sama saat menjemput Rumbiak, gugur setelah diserang TPN menggunakan tombak dan panah beracun di daerah Betaf itu.

Sebuah berita duka yang telah menjawab kekhawatiran Kapten Pandu.

Pasalnya saat itu nalurinya sebagai pilot heli sudah mengatakan bahwa sangat beresiko jika pilot sampai meninggalkan pesawatnya dalam kondisi mati mesin.

Apalagi jika pilotnya sampai gugur, misi penjemputan Panglima Rumbiak bisa gagal total dan heli Twin Pac bisa saja disandera oleh TPN.

Baca kisah Kopassus dan pasukan elite TNI di Tribunjambi.com.

Pertempuran Kopassus di Hutan Kalimantan1964, Pasukan Elite Inggris Kocar-kacir Kabur

30 Orang Kopassus Nekat Lawan Ribuan Pemberontak, Pakai Cara Cerdas hingga Musuh Takluk

Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved