Selasa, 5 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Penemuan Baru, Pewarna dan Pelurus Rambut Bisa Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Bukan rahasia lagi, kanker payudara adalah salah satu penyakit paling ditakuti oleh perempuan di seluruh dunia. Menurut data WHO, angka kanker payuda

Tayang:
Editor: rida
tribunjambi/nurlailis
ILUSTRASI 

TRIBUNJAMBI.COM - Bukan rahasia lagi, kanker payudara adalah salah satu penyakit paling ditakuti oleh perempuan di seluruh dunia.

Menurut data WHO, angka kanker payudara di Indonesia terbilang cukup tinggi, yaitu 58.256 kasus baru selama 2018.

Angka tersebut membuat kanker payudara menempati peringkat pertama kasus kanker yang terjadi di Indonesia.

Dari angka tersebut, 22.692 di antaranya dilaporkan meninggal dunia.

Melihat jumlah angka yang besar ini menyadarkan kita betapa "menakutkan" kanker payudara.

Kabar buruknya lagi, sebuah penelitian terbaru menunjukkan jenis penyakit ini dapat dipicu oleh hal sederhana.

Hal sederhana yang dimaksud adalah bahan kimia dalam pewarna dan pelurus rambut.

Padahal, dua hal ini terbilang cukup dekat dengan kehidupan perempuan yang selalu ingin terlihat cantik.

Rutin memeriksa kondisi payudara juga bisa menjadi langkah pencegahan kanker payudara.
Rutin memeriksa kondisi payudara juga bisa menjadi langkah pencegahan kanker payudara. (net)

Daftar Harga Sembako di Kota Jambi Hari Ini, Ayam Turun Tipis, Cabai Merah Naik Rp 2.000

Sering Dijadikan Rumah di Sinetron atau FTV, Ternyata Ini Pemilik Aslinya, Tarif Sewa Bikin Melongo

Kronologi Bayi 40 Hari Tewas Bermula Dari Tersedak Pisang Saat Disuapi Ibu Kandung

Sayangnya, studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Cancer itu menunjukkan bukti bahwa penggunaan dua produk kecantikan tersebut meningkatkan risiko kanker payudara.

Hasil riset ini didapatkan setelah para peneliti menganalisis data dari hampir 47.000 perempuan di AS.

Para perempuan yang direkrut dinyatakan bebas kanker payudara tapi memiliki saudara perempuan yang didiagnosis dengan penyakit tersebut.

Mereka diminta menjawab sejumlah pertanyaan terkait kesehatan, gaya hidup (terutama penggunaan produk rambut), hingga demografi di awal penelitian.

Selanjutnya, peneliti mengikuti kehidupan mereka selama 8 tahun.

Lebih dari setengah responden melaporkan penggunaan pewarna rambut sebelum bergabung dengan penelitian ini.

Mengenakan bra dengan baik dan benar bisa cegah risiko kanker payudara.
Mengenakan bra dengan baik dan benar bisa cegah risiko kanker payudara. (cdn.healthnutnews.com)

BREAKING NEWS: Hasil Survey, Pelayanan 4 Kabupaten/Kota di Jambi Ini Masuk Zona Kuning

Gara-gara Kedapatan Berduaan Dengan Istri Orang, Tukang Parkir Dibakar Hidup-hidup

11 Kali Kabakaran di Bungo Selama November 2019, Didominasi Kelalaian

Sementara 10 persen di antaranya menggunakan pelurus rambut berbahan kimia.

Hasilnya, 2.800 perempuan yang menggunakan pewarna dan pelurus rambut dikatahui mengembangkan kanker payudara.

Peneliti menemukan perempuan yang menggunakan pewarna rambut secara teratur 9 persen lebih mungkin mengembangkan risiko kanker payudara.

Risiko ini lebih tinggi lagi pada perempuan berkulit hitam.

"Kita terpapar pada banyak hal yang berpotensi berkontribusi pada kanker payudara, dan kecil kemungkinan faktor tunggal menjelaskan risikonya pada perempuan," ungkap Dale Sandler, salah satu co-author penelitian ini dikutip dari WebMD.

"Walaupun masih terlalu dini untuk membuat rekomendasi tegas, menghindari bahan kimia ini mungkin bisa menjadi satu hal yang dilakukan perempuan untuk mengurangi risiko kanker payudara," imbuhnya.

Siaran Langsung Inter Milan vs Barcelona Live Streaming SCTV Laga Bigmatch Malam Ini, TV Online

FOTO-FOTO Pantai Cemara Diserbu Puluhan Ribu Burung Migran, Tanjabtim Jadi Persinggahan

Ampuh Turunkan Berat Badan, Diet Sari Lemon Tekan Nafsu Makan, dan Meningkatkan Metabolisme

Cara Download Lagu Natal dan Tahun Baru 2019, Bahasa Indonesia dan Inggris, Ada White Christmas

Menjelaskan temuan ini, salah satu peneliti, Alexandra White menyebut bahwa pewarna rambut mengandung lebih dari 5.000 senyawa berbeda.

"Beberapa senyawa terbukti kuat memiliki sifat karsinogenitas yang lebih tinggi dibanding bahan kimia lain," ujar White dikutip dari Time, Rabu (4/12/2019).

Dalam kasus kanker payudara, White menyebut, bahan kimia tidak berwarna pada pewarna rambut bernama amina aromatik telah terbukti berkaitan dan berpotensi menyebabkan DNA pada jaringan payudara yang menyebabkan kanker.

Temuan ini ditanggapi oleh beberapa ahli bedah kanker payudara di AS. Salah satunya Alice Police dari Northwell Health Cancer Institute.

"Sebagai ahli bedah kanker payudara selama lebih 25 tahun, saya menghabiskan waktu untuk menyanggah mitos tentang penyebab kanker payudara," ujar Police.

"(Namun, studi baru ini) benar-benar menunjukkan hubungan yang masuk akal antara produk perawatan rambut tertentu dan kanker," sambungnya.

Sebaliknya, beberapa ahli kanker payudara meragukan hasil penelitian tersebut.

"Ada beberapa poin yang saya anggap sebagai masalah dalam penelitian ini," ujar Dr Lauren Cassell, kepala operasi payudara di Lenox Hill Hospital New York City.

Menurut Cassell, responden penelitian ini tidak dapat mewakili perempuan secara keseluruhan.

"Para perempuan ini memiliki risiko yang berbeda berdasarkan fakta bahwa memiliki setidaknya satu saudara perempuan dengan riwayat kanker payudara," kata Cassell.

"Semua bahan kimia ini mungkin tidak baik untuk Anda, tetapi jika ada hubungan langsung orang akan berpikir lebih banyak perempuan akan mengembangkan kanker payudara karena begitu banyak yang menggunakan produk ini pada rambut mereka," tambahnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Waspada Wanita, Risiko Kanker Payudara Meningkat Akibat Pewarna Rambut"
Penulis : Resa Eka Ayu Sartika
Editor : Resa Eka Ayu Sartika

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved