Kekejaman KKB Papua Terbongkar Saat Eksekusi Sandera Sambil Menari-nari, Ini Cerita Sandera Selamat
Kendati demikian rakyat Indonesia masih teringat jelas kekejaman KKB Papua dan para warganet berharap kejadian serupa tak terulang lagi dilakukan
KKSB kembali mengejar 11 korban ini dan 5 korban ditembak mati oleh KKSB.
Empat pekerja berhasil melarikan diri dan selamat hingga saat ini, termasuk Jimmy. Tapi, 2 korban lain masih belum ditemukan juga.
KKB Habis Dibully Warganet Indonesia
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua acap kali mempubikasikan propaganda mereka di akun media Facebook.
Mulai dari klaim keberhasilan mereka memukul mundur aparat gabungan keamanan, hingga mengajak warga lainnya untuk memberontak terhadap NKRI.
Di akun Facebook mereka, TNPB, KKB di Papua ini juga kerap memamerkan persenjataan yang mereka miliki.
Bahkan mereka tak segan-segan menantang TNI-Polri untuk berperang dengan mereka.
Terakhir, KKB yang bercokol di Papua itu menggaggu aktivitas PT Freeport.
Bahkan seorang anggota KKB yang mengaku sebagai Bridgen Ayub Waker, menyatakan akan menyerang Freeport.
Dalam FB TPNPB Sabtu (18/5/2019) lalu, dirinya juga mengklaim memiliki persenjataan yang canggih.
Senjata tersebut dari hasil rampasan milik militer dan Polisi Indonesia dan dan juga diperoleh dari hasil beli dari senjata militer Indonesia tulis akun TPNPB.
Sebelum terwujud tujuan TPNPB untuk kemerdekaan bangsa Papua, perang tidak akan pernah berhenti, jika sampai Indonesia tidak inginkan Kemerdekaan Papua maka perang sampai pada dunia kiamat, tambah TPNPB.
Namun nampaknya akun TPNPB belum tahu nyinyiran netizen Indonesia yang terkenal galak dan barbar.
Sontak saja setelah postingan itu beredar, ramai-ramai netizen Indonesia menyerbu kolom komentar akun TPNPB.
Berbagai kecaman dan hujatan dilayangkan kepada akun fb TPNPB.
Nampaknya cacian dan hujatan dari netizen Indonesia membuat admin TPNPB panas telinganya.
Hingga akun TPNPB memposting agar netizen Indonesia tidak lagi membully mereka di media sosial.
Mereka meminta agar perdamaian saja.
"TPNPBNews Admin would like to advise all members, supporters and Indonesian citizen please kindly to avoid negative attacks one and other on your conversation. We are all peace and justice fighters. Thank you."
"Admin TPNPBNews ingin memberi nasihat kepada semua anggota, pendukung, dan warga negara Indonesia, silakan hindari serangan negatif satu dan lainnya dalam percakapan Anda. Kita semua pejuang perdamaian dan keadilan. Terima kasih," tulis akun TPNPB.
Bukannya kendor, justru netizen semakin bersemangat 'menyerang' kembali kolom komentar fb TPNPB.
Seperti kata @Mas Blangkon "Baru bagaimana.... Admin sendiri provokatornya."
@Suandy menulis "Kalau Penghina Jokowi di medsos bisa cepat ditangkap, maka pemilik akun ini mestinya bisa cepat di lacak."
@Meurah Gayo Zairusdin berkomentar "Anda yang selalu provokatif."
Komentar keras juga dilontarkan oleh @Awal Galir "mau membela lagi....
sadarlah...kalian juga itu adalah warga negara indonesia...
ngapain mau memberontak...
berfikir itu pakai otak jangan pakai dengkul!"
'Meriahnya' komentar dari para netizen ini harusnya membuat TPNPB-OPM sadar jika sebelum
berperang dengan aparat Indonesia mereka harus kuat terlebih dahulu kena nyinyiran netizen Tanah Air.
Teror KKB Papua Menghambat Pembangunan Jalan & Bikin Kontraktor Was-was

Aksi teror kelompok kriminal bersenjata atau KKB Papua sering kali menghambat pembangunan jalan Trans Papua sejak akhir 2018 hingga 2019.
Bahkan, beberapa kontraktor merasa was-was dan tak nyaman karena khawatir dengan teror KKB Papua.
Menindaklanjuti hal itu, beredar wacana TNI akan dikerahkan sepenuhnya untuk pembangunan di beberapa lokasi yang rawan KKB Papua.
Melansir dari Kompas.com dalam artikel 'TNI Direncanakan Garap Pengerjaan Trans Papua di Kawasan Rawan KKB', hal ini diungkapkan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Osman Marbun.
Osman mengatakan, pada 2019, TNI sudah terlibat untuk mendukung pembangunan ruas jalan Wamena (Jayawijaya)-Mbua (Nduga).
"Itu kemarin kerja sama antara kontraktor yang sudah bekerja kemudian masuk TNI untuk mendukung keamanan," kata Osman, di Jayapura, Selasa (3/12/2019).
Menurut dia, kini sebagian besar kontraktor yang biasa memperoleh pekerjaan di wilayah rawan, merasa tidak nyaman dengan situasi yang ada.
Karenanya, sangat dimungkinkan pekerjaan-pekerjaan di daerah rawan KKB Papua akan diserahkan sepenuhnya kepada pihak TNI agar target terhubungnya jalan Trans Papua di 2020 bisa tercapai.
"Tetapi ke depan mungkin akan kami hentikan kontrak dengan Istaka dan Brantas, nanti akan kami atur apakah TNI penuh di sana, karena situasi sekarang ini banyak rekan yang khawatir kerja di sana," kata Osman.
Terkait hal tersebut, Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jhon Wempi Wetipo menyatakan, keputusan atas hal tersebut akan dilakukan setelah dilakukannya evaluasi.
"Tidak semua pekerjaan dilakukan oleh TNI, dan tanggal 4 besok kami akan rakor dari semua balai yang ada di Papua, untuk mengevaluasi semua pekerjaan yang ada, hambatan yang di hadapi dan hambatan serta solusinya apa agar di tahun berikutnya pekerja bisa selesai," kata dia.
Wetipo mengakui bila hambatan terberat dalam proses pembangunan Jalan Trans Papua adalah masalah keamanan.
Karenanya, ia meminta dukungan dari semua pihak untuk menyukseskan pembangunan yang telah direncanakan.
Baku Tembak KKB Papua vs TNI-Polri
Baru-baru ini, sempat terjadi aksi baku tembak antara KKB Papua dengan TNI-Polri
Salah satunya terjadi di Distrik Balingga, Kabupaten Lanny Jaya, Papua
Kronologi baku tembak KKB Papua vs TNI-Polri berlangsung selama dua hari yakni Minggu (1/12/2019) malam dan Senin (2/12/2019) pagi.
Melansir dari Kompas.com dalam artikel '2 Hari Kontak Senjata dengan TNI-Polri di Lanny Jaya Papua, 2 Anggota KKB Tewas', baku tembak tersebut menyebabkan dua orang KKB Papua tewas
"Hasilnya, aparat TNI-Polri mengamankan satu pucuk revolver, kemudian ada dua korban tewas dari KKB," ujar Komandan Kodim 1702/Jayawijaya Letkol Inf Candra Dianto
Candra mengatakan, kedua korban tidak tewas secara bersamaan.
Pada kontak senjata pertama atau Minggu malam, seorang anggota KKB Papua berhasil dilumpuhkan.
Kemudian pada Senin pagi, petugas menembak seorang anggota KKB Papua lainnya.
Sementara dari pihak petugas keamanan dipastikan tidak ada korban.
"Yang tewas ini dari kontak senjata tadi malam tewas satu dan tadi pagi satu lagi.
Dia bersenjata tapi senjatanya dibawa lari kawannya," kata Candra.
Hingga saat ini, anggota TNI-Polri masih menduduki Distrik Balingga dan situasi kini sudah terkendali.

Di samping itu, Candra Dianto memperkirakan anggota KKB Papua yang terlibat kontak senjata tersebut merupakan kelompok pimpinan Purom Okinam Wenda atau Kodap II Lanny Jaya.
Meski dalam peristiwa tersebut petugas berhasil menewaskan dua anggota KKB dan menyita satu pucuk senjata jenis revolver, ternyata usaha untuk masuk ke Distrik Balingga tidak mudah.
"Balingga itu dari dulu markasnya Purom yang tidak tersentuh sama sekali," ujar Candra, saat dihubungi, Senin malam.
Meski tidak menyebut waktu pastinya, ia mengungkapkan baru beberapa bulan terakhir TNI-Polri bisa masuk ke Balingga.
Itupun harus melalui kontak senjata yang akhirnya membuat pasukan KKB Purom Wenda lari ke Teomala.
Karenanya pada 1 Desember, TNI-Polri bisa menggelar bakti sosial di Balingga.
Selain Balingga, pasukan TNI-Polri juga telah berhasil merebut satu titik strategis yang sebelumnya dikuasai Purom Wenda.
Daerah tersebut adalah Kampung Popome, Distrik Mokoni.
"Titik kuatnya dia (Purom Wenda) itu di Popome karena dari situ bisa pantau ke seluruh wilayah Lanny Jaya," ucap Candra.
Setelah berhasil diduduki, kini TNI telah mendirikan pos di Popome.
Masuknya Balingga sebagai salah satu zona merah juga sempat diakui oleh Sekretaris Daerah Lanny Jaya Christian Sohilait.
Ia mengakui, ada beberapa distrik di Lanny Jaya yang merupakan wilayah perlintasan atau bahkan menjadi markas KKB Papua.
Karenanya sangat mungkin bila beberapa kepala kampung diinterfensi oleh KKB yang sedang melintas.
Setidaknya Sohilait menyebut ada lima distrik di Lanny Jaya yang menjadi wilayah perlintasan KKB Papua.
Kelima distrik yang dimaksud adalah, Distrik Wano Barat, Kuyawage, Balingga Barat, Balingga, dan Ayumnati. (*)
Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul TERUNGKAP Kekejaman KKB Papua Eksekusi Sandera Sambil Menari-nari, Ini Cerita Sandera Selamat, https://wartakota.tribunnews.com/2019/12/10/terungkap-kekejaman-kkb-papua-eksekusi-sandera-sambil-menari-nari-ini-cerita-sandera-selamat?page=all.
Editor: Andy Pribadi