Divonis 2,5 Tahun Karena Uang Ketok Palu, Asiang Masih Mikir untuk Banding

Asiang sudah dijatuhi vonis 2,5 tahun penjara. Namun, dia melalui pengacara mengatakan akan pikir-pikir untuk mengajukan banding.

Divonis 2,5 Tahun Karena Uang Ketok Palu, Asiang Masih Mikir untuk Banding
Tribunjambi/Jaka HB
Sejak pagi Jeo Fandy Yoesman alias Asiang menunggu di ruang tunggu tahanan untuk mendengarkan vonis perkaranya. 

Divonis 2,5 Tahun Karena Uang Ketok Palu, Asiang Masih Mikir untuk Banding

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Jeo Fandy Yoesman alias Asiang sudah dijatuhi vonis 2,5 tahun penjara. Namun, dia melalui pengacara mengatakan akan pikir-pikir untuk mengajukan banding, pada Selasa (10/12).

"Saya lihat dari apa yang kami sampaikan yang diterima hanya poin inisiatif yang datang dari dewan. Yang lainnya ditolak," kata Fariz.

Fariz mengatakan pihaknya akan mengulas dahulu apa yang dipertimbangkan. "Lalu baru kita buat kesimpulan harus banding atau tidak," ungkap Fariz.

"Jadi kita tanya dulu terdakwa dan dia nanya lagi ke kita, kira-kira itu yang akan kita tempuh," tambahnya.

Fariz mengatakan dalam 7 hari ini pihaknya akan memberi jawaban. "Kalau lewat tujuh hari kita akan dianggap menerima semua keputusan tadi," unglap Fariz.

Asiang Kecewa Divonis 2,5 Tahun, Ini Kata Pengacara Soal Uang Ketok Palu

Menunggu Effendi Hatta, Zainal Abidin dan Muhammadiyah, Sidang Vonis Asiang Molor hingga Sore

Lahan Pertanian di Kerinci Banyak Hilang, Dewan Sesalkan Perda PLP2B Tak Ditindaklanjuti

Diduga Korban Kecelakaan di Solok Selatan, Waryono Hanyut hingga ke Jujuhan Bungo

Jeo Fandy Yoesman alias Asiang divonis 2,5 tahun dalam perkara suap ketok palu APBD Jambi 2018, pada Selasa (10/12).

"Menjatuhkan pidana penjara selama 2 rahun 6 bulan," kata Victor Togi Rumahorbo selaku ketua majelis hakim di Pengadilan Tindak pidana Korupsi Jambi.

Selain itu juga dikenai denda 250 juta dan subsidair 4 bulan. Hal ini sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum KPK.

Sebelumnya diketahui Jeo Fandy Yoesman alias Asiang dituntut penjara 2 tahun 6 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, Selasa (26/11) lalu.

Selain itu juga dikenai denda 250 juta dan jika tidak dibayarkan akan diganti penjara 4 bulan.(Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved