Lahan Pertanian di Kerinci Banyak Hilang, Dewan Sesalkan Perda PLP2B Tak Ditindaklanjuti

Lahan pertanian produktif di Kabupaten Kerinci banyak yang telah dialih fungsikan.

Lahan Pertanian di Kerinci Banyak Hilang, Dewan Sesalkan Perda PLP2B Tak Ditindaklanjuti

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Lahan pertanian produktif di Kabupaten Kerinci banyak yang telah dialih fungsikan. Hal itu membuat pemerintah Kabupaten Kerinci menerbitkan Peraturan Daerah Pelindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B).

Perda PLP2B tersebut adalah beberapa waktu telah disahkan dan ditetapkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kerinci. Namun setelah perda tersebut disahkan Pemerintah Kabupaten Kerinci seperti tidak menindaklanjutinya dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Sehingga luas lahan pertanian di Kerinci terus berkurang karena adanya alih fungsi lahan. Terutama dijadikan lahan untuk pemukiman masyarakat.

3 Tokoh Ambil Formulir, PAN Ingin Majukan Kader Murni di Pilwako Sungai Penuh

Satu Tersangka Karhutla Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Muarojambi

Tahun 2020, Dana Desa dan Gaji Kades Muarojambi Naik

Blanko e-KTP Kosong hingga Akhir 2019, Dukcapil Kota Jambi Tunggu Kepastian Pusat

Hal itu membuat Ketua DPRD Kerinci, Edminuddin bersuara. Ia mengatakan, bahwa setiap perda yang telah disahkan oleh DPRD, maka pemerintah Daerah harus menindaklanjutinya dengan sosialisasi dan menerapkan di masyarakat.

"Kita sudah sahkan perda maka harus dilaksanakan. Jangan sekedar hanya sekedar buat perda tapi tidak ada penerapannya," tegasnya.

Diungkapkan Edminuddin, bahwa saat ini lahan sawah di Kerinci terus berkurang. Dan jika terus dibiarkan maka Kerinci akan kehilangan pertanian, sedangkan lahan pertanian yang dibuka baru tidak sepenuhnya berhasil.

"Dinas terkait untuk segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat," pungkasnya.(*)

Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved