Presiden Jokowi Panggil Kapolri Idham Azis Terkait Novel Baswedan Sore Ini, Ada Apa?

Presiden Jokowi panggil Idham Azis terkait kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.

Presiden Jokowi Panggil Kapolri Idham Azis Terkait Novel Baswedan Sore Ini, Ada Apa?
TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Azis di Mapolres Metro Jakarta Utara, Rabu (5/12/2018). 

"Kita hentikan penyelidikan tersebut," tambahnya.

Ia meminta publik untuk menunggu hasil dari penyelidikan laporan Dewi Tanjung, soal rekayasa kasus Novel Baswedan.

kita tunggu saja nanti seperti apa, penyidik yang akan melakukannya.

Video dapat dilihat mulai menit 0.08:

 

Dewi Tanjung Laporkan Novel atas Dugaan Rekayasa Kasus

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dilaporkan oleh Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya, Rabu (6/11/2019).

Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan atas kasus dugaan penyebaran berita bohong melalui media elektronik.

Menurut Dewi Tanjung, Novel Baswedan telah merekayasa peristiwa penyiraman air keras.

Politisi PDIP Dewi Tanjung (kiri) dan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan (kanan). Dewi Tanjung duga Novel Baswedan hanya bersandiwara
Politisi PDIP Dewi Tanjung (kiri) dan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan (kanan). Dewi Tanjung duga Novel Baswedan hanya bersandiwara (Kompas.com/Rindi Nuris dan KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG)

Melansir dari Kompas.com, Dewi Tanjung merasa ada keganjilan dalam kasus tersebut.

Terlebih gerak-gerik Novel Baswedan setelah disiram air keras seperti orang tak kesakitan.

"Ada beberapa hal janggal dari semua hal yang dialami, dari rekaman CCTV, bentuk luka, perban, dan kepala yang diperban. Tapi, tiba-tiba malah mata yang buta," kata Dewi Tanjung, Kamis (7/11/2019).

KPK Sebut Laporan Dewi Tanjung Pengalihan Isu

Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo menjelaskan, apa yang dilakukan oleh politisi PDIP Dewi Tanjung hanya sebuah upaya untuk mengalihkan perhatian dari isu utama.

Sebelumnya, Dewi Tanjung telah melaporkan Penyidik senior KPK Novel Baswedan, atas dugaan merekayasa kasus penyerangan air keras.

Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal youtube KompasTv, Kamis (7/11/2019), Yudi mengatakan isu yang justru harus segera diungkap adalah siapa pelaku di balik penyerangan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan.

Anggota KPK Yudi Purnomo sebut Dewi Tanjung berupaya mendistorsi perhatian publik dari isu utama penangkapan pelaku penyerangan kasus Novel Baswedan
Anggota KPK Yudi Purnomo sebut Dewi Tanjung berupaya mendistorsi perhatian publik dari isu utama penangkapan pelaku penyerangan kasus Novel Baswedan (YouTube KOMPASTV)

Mulanya Yudi menjelaskan jika Novel Baswedan memang betul hanya bersandiwara, maka dirinya sudah ditangkap polisi sejak dulu.

"Pasti Bang Novel Baswedan akan langsung ditangkap," kata Yudi.

Yudi mengatakan yang terjadi justru sebaliknya, banyak tim yang dibuat untuk mengungkap pelaku dibalik penyerangan Novel Baswedan.

"Tetapi yang terjadi adalah, sudah banyak tim yang dibuat untuk mengungkap siapa pelaku penyerangan Bang Novel Baswedan," kata Yudi.

Terkait langkah ke depan soal Dewi Tanjung yang diduga sengaja mengalihkan perhatian, KPK akan berkonsolidasi terlebih dahulu untuk menentukan langkah hukum yang akan diambil.

"Jadi kami masih akan melakukan konsolidasi dulu, apa langkah hukum yang akan kami (KPK) lakukan," kata Yudi.

Yudi mengatakan apa yang dilakukan oleh Dewi Tanjung benar-benar mengganggu perkembangan pengungkapan pelaku penyerangan Novel Baswedan.

"Karena ini benar-benar membuat terjadinya upaya untuk mendistorsi terhadap kasus Bang Novel Baswedan," katanya.

Yudi menekankan waktu untuk penyelesaian kasus Novel Baswedan tidak panjang.

Ia menegaskan presiden hanya memberi Kapolri waktu hingga Desember untuk mengungkap pelaku penyerangan Novel Baswedan.

"Apalagi ini berarti tinggal satu bulan lagi kasus Bang Novel Baswedan akan terungkap. Seperti janji Bapak Presiden yang memerintahkan kepada Kapolri untuk menangkap pelakunya," kata Yudi.

Yudi meminta publik untuk berhenti membahas isu adanya dugaan rekayasa kasus penyerangan Novel Baswedan.

"Jadi saya pikir stop lah isu ini, kita fokus terhadap upaya untuk mengungkap pelaku-pelaku penyerang Bang Novel Baswedan," jelasnya.

Video dapat dilihat mulai menit 1.41:

(TribunWow.com/Anung Malik)

Editor: heri prihartono
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved