Presiden Jokowi Panggil Kapolri Idham Azis Terkait Novel Baswedan Sore Ini, Ada Apa?
Presiden Jokowi panggil Idham Azis terkait kasus penyerangan terhadap penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan.
"Kita hentikan penyelidikan tersebut," tambahnya.
Ia meminta publik untuk menunggu hasil dari penyelidikan laporan Dewi Tanjung, soal rekayasa kasus Novel Baswedan.
kita tunggu saja nanti seperti apa, penyidik yang akan melakukannya.
Video dapat dilihat mulai menit 0.08:
Dewi Tanjung Laporkan Novel atas Dugaan Rekayasa Kasus
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dilaporkan oleh Dewi Tanjung ke Polda Metro Jaya, Rabu (6/11/2019).
Dewi Tanjung melaporkan Novel Baswedan atas kasus dugaan penyebaran berita bohong melalui media elektronik.
Menurut Dewi Tanjung, Novel Baswedan telah merekayasa peristiwa penyiraman air keras.
Melansir dari Kompas.com, Dewi Tanjung merasa ada keganjilan dalam kasus tersebut.
Terlebih gerak-gerik Novel Baswedan setelah disiram air keras seperti orang tak kesakitan.
"Ada beberapa hal janggal dari semua hal yang dialami, dari rekaman CCTV, bentuk luka, perban, dan kepala yang diperban. Tapi, tiba-tiba malah mata yang buta," kata Dewi Tanjung, Kamis (7/11/2019).
KPK Sebut Laporan Dewi Tanjung Pengalihan Isu
Ketua Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yudi Purnomo menjelaskan, apa yang dilakukan oleh politisi PDIP Dewi Tanjung hanya sebuah upaya untuk mengalihkan perhatian dari isu utama.
Sebelumnya, Dewi Tanjung telah melaporkan Penyidik senior KPK Novel Baswedan, atas dugaan merekayasa kasus penyerangan air keras.
Dikutip TribunWow.com dari video unggahan kanal youtube KompasTv, Kamis (7/11/2019), Yudi mengatakan isu yang justru harus segera diungkap adalah siapa pelaku di balik penyerangan Penyidik Senior KPK Novel Baswedan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/idham-azis-kabareskrim-baru.jpg)