Razia Illegal Drilling 2 Kabupaten

Kronologi Ultimatum untuk Illegal Drilling hingga 'Sapu Bersih' Lokasi di Batanghari dan Sarolangun

"Para pelaku maupun yang ada dugaan dibekingi oleh aparat agar segera meninggalkan tempat sesuai batas waktu yang ditentukan. Jika masih bandel akan k

Kronologi Ultimatum untuk Illegal Drilling hingga 'Sapu Bersih' Lokasi di Batanghari dan Sarolangun
Tribun Jambi/Rian Aidilfi
Polda Jambi bersama tim terpadu dan Provinsi Jambi, merazia lokasi penambangan minyak ilegal ( illegal drilling) di dua kabupaten, yakni Batanghari dan Sarolangun, Senin (2/12) mulai pukul 10.00 WIB 

Kronologi Ultimatum untuk Illegal Drilling hingga 'Sapu Bersih' Lokasi di Batanghari dan Sarolangun

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Sebanyak 150 personel yang tergabung dari tim terpadu dikerahkan untuk razia illegal drilling di Kabupaten Batanghari dan Sarolangun, Jambi, Senin (2/12).

Sebelumnya, tim terpadu yang tergabung dari TNI-Polri, ESDM Provinsi Jambi, Dinas Lingkungan Hidup, Polhut dan Pertamina EP, melakukan kegiatan pengamanan penertiban illegal drilling selama 20 hari, terhitung 26 November-15 Desember 2019, di Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari dan Kabupaten Sarolangun.

BREAKING NEWS Polda Jambi dan Tim Razia Lagi ke Lokasi Illegal Drilling Batanghari Sarolangun

BREAKING NEWS Jangte Gerayangi Tubuh Tetangganya, Lari saat Panik hingga Lupa Pakai Celana

Cewek di Bungo Lari Tak Pakai Celana Dalam, Awalnya Tetangga Dengar Suara Mengaduh Perlahan

Tim melaksanakan sosialisasi dan imbauan berupa larangan kepada pemilik modal, masyarakat serta pemilik kendaraan di sekitar lokasi agar tidak menyewakan atau menyediakan alat angkutannya kepada pemilik modal maupun masyarakat yang akan melakukan kegiatan illegal drilling.

Selain itu, petugas juga memberikan selebaran dan pemasangan spanduk di sekitar lokasi serta membuat surat pernyataan yang berisikan tentang larangan melakukan illegal drilling.

Hari ini di Batanghari, Kapolda Jambi, Irjen Pol Muchlis AS, memberi peringatan kepada para pelaku illegal drilling di Provinsi Jambi.

"Pantauan di lapangan beberapa hari lalu masih ada peralatan yang berada di lapangan dan hari ini jika masih ada peralatan maka akan kita buat tidak berfungsi," tegasnya.

Polda Jambi bersama tim terpadu dan Provinsi Jambi, merazia lokasi penambangan minyak ilegal ( illegal drilling) di dua kabupaten, Batanghari dan Sarolangun, Senin (2/12).

Muchlis menegaskan jika masih ada peralatan yang berada di lokasi maka akan ada penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku karena tahap sosialisasi sudah berakhir.

Ia juga meminta kepada para pelaku praktik illegal drilling agar untuk segera keluar dari lokasi.

Hingga saat ini aktifitas illegal drilling di Desa Pompa Air masih terus terjadi, meski sebelumnya Polres Batanghari telah memeberikan garis polisi terhadap beberapa sumur di kawasan tersebut, Kamis (2/8/2018).
Hingga saat ini aktifitas illegal drilling di Desa Pompa Air masih terus terjadi, meski sebelumnya Polres Batanghari telah memeberikan garis polisi terhadap beberapa sumur di kawasan tersebut, Kamis (2/8/2018). (Tribun Jambi)

"Para pelaku maupun yang ada dugaan dibekingi oleh aparat agar segera meninggalkan tempat sesuai batas waktu yang ditentukan. Jika masih bandel akan kami tindak," kata Muchlis AS.

"Bagi yang sudah keluar lokasi, kami menyarankan kepada tim terpadu kabupaten dan provinsi agar dibuat pos-pos pemantau agar mereka tidak kembali lagi," jelasnya.

Kapolda mengatakan tahap sosialisasi sudah berakhir. Dan hari ini merupakan tahap penegakan hukum.

"Beberapa lokasi telah kita lakukan penyisiran dan sudah banyak peralatan yang keluar," ujar Kapolda Jambi, setelah memimpin apel di Mapolres Batanghari kepada wartawan. (Rian Aidilfi / Tribunjambi.com)

Kronologi Ultimatum untuk Illegal Drilling hingga 'Sapu Bersih' Lokasi di Batanghari dan Sarolangun

Kakek Muklis Pengemis Asal Sungai Penuh Tepergok Bawa Rp 194 Juta di Tas, Tertangkap di Jakarta

Pengemis Asal Jambi Targetkan Ngemis Rp 200 Juta di Jakarta, Sudah Dapat Rp 194 Juta di Tas Ransel

Nasib Pengemis Asal Jambi yang Ditangkap di Jakarta, Uang Rp 194 di Tas Miliknya Dikembalikan

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved