HORE UMK Kota Jambi Tahun 2020 Naik 10 Persen Lebihi UMP Jambi, Segini Besarnya

Upah minimum Kota Jambi sudah ditetapkan oleh dewan pengupahan. Nilainya naik 10 persen dibanding tahun sebelumnya.

HORE UMK Kota Jambi Tahun 2020 Naik 10 Persen Lebihi UMP Jambi, Segini Besarnya
Tribunjambi/Rohmayana
Ketua Dewan Penguhan Kota Jambi, Rd Erwansyah mengatakan pihaknya sudah bersidang untuk menetapkan UMK Kota Jambi. 

HORE UMK Kota Jambi Tahun 2020 Naik 10 Persen Lebihi UMP Jambi, Segini Besarnya

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI-Upah minimum Kota Jambi sudah ditetapkan oleh dewan pengupahan. Nilainya naik 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Saat ini nilai tersebut tengah diajukan ke Gubernur Jambi untuk di SK kan.

Ketua Dewan Pengupahan Kota Jambi, Rd Erwansyah mengatakan, pihaknya sudah bersidang untuk menetapkan UMK Kota Jambi dan tinggal menanti SK dari Gubernur Jambi.

“Kami sudah bersepakat dalam hal ini. Kenaikan 10 persen lebih dari sebelumnya. 2020 UMK Kota Jambi menjadi Rp 2,9 juta lebih. Awal Desember ini SKnya keluar, karena 1 Januari 2020 mulai diterapkan,” tambahnya.

Dasar penetepan kenaikan UMK tersebut kata Erwanysah, dilihat dari tiga unsur, yakni Inflasi, Pendapatan dan Pekerjaan.

Setiap Bulan Ada 18 Janda Baru di Tanjab Barat, Ekonomi dan Perselingkuhan Jadi Pemicunya

Budayakan Hidup Sehat, Citra dan Sara Tertantang Ikut Joy Run 2019

Kerap Resahkan Masyarakat, Dinsos Kota Jambi Kirim Belasan Orang Gangguan Jiwa ke RSJ

Korupsi Revitalisasi Asrama Haji Jambi, Hakim Tolak Keberatan M Tahir

“Kita juga menjamin para pengusaha tidak merasa terberatkan dengan kenaikan itu. Se-Provinsi Jambi kita yang terbesar, kita yakin gubernur tidak akan mengurangi dari nilai yang kita ajukan,” tuturnya.

Penetapan UMK tersebut merupakan jaminan untuk buruh dan karyawan. Jangan sampai ada mereka yang menerima upah di bawah nilai yang ditetapkan tersebut.

Dalam penerapan di lapangan sebut Erwansyah, pihaknya tetap melakukan pengawasan.

“Kami sudah berbagi tugas bersama dewan pengawas. Setiap bulan sekali akan dilakukan kontrol. Disamping kita menerima aduan juga,” ujarnya.

“Kami sudah buat kontak person untuk pengaduan,” tambahnya.

Erwansyah mengungkapkan, berdasarkan data 2019 untuk pengaduan di Kota Jambi masih kecil.

“Dalam sebulan ada 2 pengaduan rata-rata,” sebutnya.

Pihaknya sebut Erwan, tetap akan betindak tegas pada perusahan yang tidak menerapkan apa yang sudah diatur tersebut.

“Kita tetap dengan aturan pemerintah. 2019 ada 2 perusahan yang disanksi. Sanksi peringtaan dan setelahnya harus dipatuhi,” pungkasnya. (Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved