Mulai Ngantor di Pertamina, Ini Pro dan Kontra Ahok BTP Jadi Komut - Fadli Zon, Sean hingga PA 212

Hari ini, Senin 25 November 2019, Basuki Tjahaja Purnama tau Ahok BTP resmi ngantor di PT Pertamina.

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Mulai Ngantor di Pertamina, Ini Pro dan Kontra Ahok BTP Jadi Komut - Fadli Zon, Sean hingga PA 212 

Tak cuma itu, Harry Tjahaja Purnama menilai selama ini sang kakak sudah banyak berkorban demi negara.

"Ya sebagai adik tentu saya sangat mensupport segala jabatan yang di berikan kepada BPT," ucap Harry Tjahaja Purnama kepada TribunJakarta.com.

"Karena saya tahu hatinya untuk negara dan dia banyak berkorban untuk negara," imbuhnya.

Ia menilai masyarakat sudah mengetahui bagaimana kinerja Ahok selama ini.

Harry Tjahaja Purnama menganggap amat disayangkan apabila kemampuan kakaknya itu tak digunakan untuk memajukan Indonesia.

"Saya dan kita semua tahu kinerja BTP dan sebagai seorang putra bangsa yang bekerja dengan baik dan benar akan sangat di sayangkan kalau tidak dimanfaatkan untuk kemajuan dan kepentingan negara," tutur Harry Tjahaja Purnama.

Harry Tjahaja Purnama berharap penujukan Ahok sebagai pimpinan di salah satu BUMN dapat segera terwujud.

"Semoga bisa terealisasi saya yakin BTP akan bekerja semaksimal mungkin untuk kepentingan Negara," ujar Harry Tjahaja Purnama.

Pantauan TribunJakarta.com, Ahok ramai disebut akan menjabat sebagai pimpinan di BUMN bidang energi, seperti PLN atau Pertamina.

Mengenai hal tersebut menurut Harry Tjahaja Purnama, Ahok dapat ditempatkan di BUMN bidang manapun.

Mengingat latar belakang pendidikan Ahok, yakni pertambangan dan keuangan.

"BTP back groundnya pendidikannya memang Geologist/Pertambangan dan Master di Finance," jelas Harry Tjahaja Purnama.

"Tapi mau taroh di mana saja menurut saya tidak masalah, Orang yang niat bekerja dengan hati, management yang baik, jujur dan di tambah lagi punya pengalaman dan back ground finance pasti bisa mengelola perusahaan dengan benar," imbuhnya.

Tak cuma itu Harry Tjahaja Purnama juga mengomentari soal pihak yang tak sepakat dengan penunjukan Ahok sebagai bos BUMN.

Harry Tjahaja Purnama mengaku akan menghargai segala pendapat orang terkait hal tersebut.

"Saya menjunjung tinggi hak orang berpendapat dan memberikan pandangan," kata Harry Tjahaja Purnama.

"Namun semua intinya berbalik dan tergantung dari pendapat itu sendiri, apakah dalam kapasitas, rasional atau tidak biarlah masyarakat dan yang berwewenang menilai," pungkasnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Pihaknya Disebut Fadli Zon Tolak Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina, PA 212 Ungkap Fakta Sebaliknya
https://jakarta.tribunnews.com/2019/11/24/pihaknya-disebut-fadli-zon-tolak-ahok-jadi-komisaris-utama-pertamina-pa-212-ungkap-fakta-sebaliknya?page=all&_ga=2.100471454.1874802902.1573987784-1558841448.1572424288&_gac=1.35767060.1572679955.EAIaIQobChMIkaej0v7K5QIV1IVoCh1NIg0lEAEYASAAEgLXxPD_BwE

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved