Mulai Ngantor di Pertamina, Ini Pro dan Kontra Ahok BTP Jadi Komut - Fadli Zon, Sean hingga PA 212

Hari ini, Senin 25 November 2019, Basuki Tjahaja Purnama tau Ahok BTP resmi ngantor di PT Pertamina.

Editor: Suci Rahayu PK
ist
Mulai Ngantor di Pertamina, Ini Pro dan Kontra Ahok BTP Jadi Komut - Fadli Zon, Sean hingga PA 212 

Ayah Jadi Komisaris Utama Pertamina, Putra Ahok Berkomentar

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan, mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok akan menjabat Komisaris Utama PT Pertamina.

"Insya Allah sudah putus dari beliau, Pak Basuki akan jadi Komut (Komisaris Utama) Pertamina," ujar Erick Thohir dikutip TribunJakarta.com dari Kompas.com, pada Jumat (22/11/2019).

"(Ahok) akan didampingi Pak Wamen (BUMN) Budi Sadikin jadi Wakil Komisaris Utama," lanjut dia.

Selain masuknya Ahok dan Budi Sadikin, mantan Dirut PT Telkomsel Emma Sri Martini menjabat Direktur Keuangan PT Pertamina.

"Juga ada Direktur Keuangan (Pertamina) yang baru, Ibu Emma dari yang sebelumnya Dirut PT Telkomsel," lanjut Erick.

Rencana penunjukan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok untuk menjadi salah satu petinggi di perusahaan badan usaha milik negara (BUMN) sempat menuai pro dan kontra.

Dihubungi TribunJakarta.com, putra sulung Ahok dan Veronica Tan, Nicholas Sean Purnama memberikan tanggapan terkait terpilihnya Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina.

Nicholas Sean Purnama menyinggung soal reformasi di Pertamina.

Mulanya Nicholas Sean mengaku akan mendukung segala keputusan yang diambil orangtuanya.

"Saya mendukung setiap keputusan yang orang tua saya ambil," kata Nicholas Sean kepada TribunJakarta.com.

Nicholas Sean menjelaskan di matanya Ahok adalah orang yang cepat beradaptasi.

Hal tersebut yang membuat Ahok sukses saat menjabat sebagai anggota DPRD hingga Gubernur DKI Jakarta.

"Papa saya adalah orang yang sangat cepat beradaptasi, itulah kunci beliau bisa menjadi anggota Dprd, bupati, anggota DPR, wakil, dan gubernur," papar Nicholas Sean Purnama.

Pemuda 21 tahun itu menilai, pemerintah menempatkan Ahok sebagai Komisaris Utama Pertamina demi mereformasi BUMN di bidang energi itu.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved