ASN Muarojambi Tertangkap Narkoba, BBS Akan Lakukan Tes Urin Dadakan

Bambang Bayu Suseno memperingatkan kepada seluruh ASN untuk jangan coba mendekati narkoba.

ASN Muarojambi Tertangkap Narkoba, BBS Akan Lakukan Tes Urin Dadakan
Tribunjambi/Samsul Bahri
Pemerintah Kabupaten Muarojambi melakukan tes urine. 

ASN Muarojambi Tertangkap Narkoba, BBS Akan Lakukan Tes Urin Dadakan

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Kasus penyalahgunaan narkoba dengan melibatkan ASN di lingkup pemerintahan Kabupaten Muarojambi menjadi pekerjaan bagi seluruh pihak. Terutama pada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Muarojambi yang fokus menanggani masalah narkoba.

Bambang Bayu Suseno, Wakil Bupati Sarolangun sekaligus Ketua BNN Kabupaten Muarojambi menyebutkan bahwa pihaknya akan melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap peredaran barang haram tersebut. 

"Dalam proses pencegahan itu banyak mungkin sosialisasi narkoba, kemudian tes urin," sebutnya usai pisah sambut bersama Kapolres Muarojambi Senin malam (18/11).

BREAKING NEWS Nama Kabid BKPSDM Tanjabtim Dicatut Oknum, Minta Uang untuk Syarat Lolos CPNS

Tak Hanya Nama Kabid BKPSDM, Pelaku Penipuan CPNS Tanjab Timur Juga Catut Nama Kadis Pendidikan

3 Mobil Pelat Merah Pemkab Muarojambi Kena Razia, Ternyata Seperti Ini Kondisinya

BNN Kabupaten Muarojambi beberapa waktu lalu telah melaksanakan tes urin dadakan untuk pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Muarojambi. Namun, saat dinilai pelaksaan itu tidak membuahkan hasil, terbukti dengan masih adanya ASN yang terlibat narkoba.

Namun Bambang tidak ingin disebut bahwa pelaksanaan tes urin yang dilakukan tersebut tidak berhasil. Ia bahkan menyebutkan bahwa akan ada tes urin kembali dalam waktu dekat.

"Tunggu tanggal mainnya saja, sebenarnya ini sudah ada hasil," katanya mengakhiri pernyataanya tersebut.

Sementara itu, Bambang dalam kesempatan ini memperingatkan kepada seluruh ASN untuk jangan coba mendekati narkoba. Dirinya tidak ingin lagi mendengar adanya kasus narkoba yang melibatkan ASN di Kabupaten Muarojambi.

"Pokoknya kepada ASN yang mencoba-coba untuk menggunakan narkoba, sesungguhnya kita sudah mendeteklah semuanya kan. Makanya kita perlu di dalam internal dulu melakukan pengawasan, pencegahan jangan sampai ikut serta terjerumus dalam narkoba," terangnya.

Sementara itu soal sanksi untuk ASN yang terlibat, kata Bambang hal tersebut sudah diatur dalam ke pemerintahan. Tetapi yang jelas menurut Bambang dilihat sesuai dengan proses hukum yang berlaku.

"Itu Sekda nanti yang memastikan untuk mereka disanki, tingkat kesalahannya dilihat, ini kan sedang proses," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved