Butuh Nyali Besar untuk Menikmati Indahnya Air Terjun Renah Pemetik di Pedalaman TNKS
Kawasan TNKS menyimpan berbagai keindahan lain berupa air terjun yang salah satunya adalah Air Terjun Renah Pemetik.
Penulis: Herupitra | Editor: Teguh Suprayitno
Butuh Nyali Besar untuk Menikmati Indahnya Air Terjun Renah Pemetik di Pedalaman TNKS
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Keindahan alam yang tersimpan di bumi Kerinci seolah tiada habisnya untuk ditelusuri. Selain memiliki Gunung Kerinci yang telah dikenal hingga ke pelosok negeri, di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) juga terdapat berbagai aneka ragam flora dan faunanya.
Pada kawasan TNKS juga tersimpan berbagai keindahan lain berupa air terjun yang salah satunya adalah Air Terjun Renah Pemetik. Air Terjun Renah Pemetik terletak pada Desa Lubuk Tabun, Kecamatan Siulak, Kabupaten Kerinci.
Berada jauh dari pemukiman warga, air terjun ini seolah menjadi surga bagi para pecinta petualang. Menawarkan kondisi alam yang masih lestari dan asri, akan menyihir setiap pandangan manusia yang datang.
Edwin salah seorang fotografer Kerinci mengatakan, bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke air terjun, maka harus menempuh jarak kurang lebih 60 kilometer dari Kota Sungai Penuh. Perjalanan ini akan memakan waktu setidaknya satu hingga dua jam.
• Menyuarakan Kelompok Orang Rimba yang Terpinggirkan di Jambi
• Ketahui Penyebabnya Pengapuran Pada Lutut, Perempuan Lebih Rentan
• Gubernur Jambi Buka Festival Media Aji 2019 Literasi di Era Disrupsi
Untuk menuju ke Desa Lubuk Tabun lanjutnya, wisatawan bisa menggunakan angkutan umum ataupun kendaraan pribadi. Setelah sampai di desa, pengunjung harus melanjutkan perjalanan dengan trekking selama kurang lebih satu jam.
Medan yang harus dilalui pun cukup menantang, dengan jalan tanah berbatu melewati sungai dan perbukitan. Namun wisatawan tidak akan merasa bosan karena akan disuguhi dengan alam Kerinci yang masih lestari selama perjalanan.
“Air terjun ini belum banyak dikunjungi wisatawan, karena lokasinya jauh dan terpencil. Selain itu medan yang harus dilalui pun cukup berat, sehingga banyak wisatawan yang mengurungkan niatnya untuk berkunjung. Namun tempat ini seolah menjadi surga bagi para wisatawan berjiwa petualang,” kata Edwin.
Setelah melakukan perjalanan yang menguras tenaga, sekitar beberapa ratus meter dekat lokasi suara gemuruh air terjun pun mulai terdengar. Deru air yang semakin lama semakin jelas, seakan membangkitkan semangat untuk segera sampai di lokasi air terjun. Benar saja, sebuah air terjun menjulang tinggi akan terpampang di depan mata menjadi obat pelepas lelah.
“Air terjun ini memiliki ketinggian mencapai 65 meter. Objek wisata ini berada tepat pada tebing yang gagah berdiri seolah memeluk keindahan air terjun. Aneka tumbuhan dan lumut yang memenuhi tebing pun semakin memperindah panorama air terjun tersebut,” ungkapnya.
Dikatakan, Edwin menurut warga setempat, disekitar Air Terjun Renah Pemetik ini terdapat pohon-pohon besar yang usianya ratusan tahun. Selain itu, terdapat pula hutan alami dengan hewan-hewan liar yang terkadang menampakkan wujudnya. Kawasan ini memang masih termasuk Taman Nasional Kerinci Seblat sehingga kelestariannya sangat dijaga.
• DUA Terduga Terorris Tewas Ditembak Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri: 1 Anggota Terluka
• RIBUAN Anggota Kopassus Lepas Baret Merah, Tak Memenuhi Syarat, Ada yang Menangis & Lepas Tembakan
• Sekda Provinsi Jambi Mundur, Gubernur Jambi: M Dianto Ingin Lebih Panjang Mengabdi untuk Jambi
“Air terjun ini dipercaya merupakan pertemuan dua sungai yang terdapat di atas tebing. Sebenarnya wisatawan bisa juga menikmati pemandangan dari atas tebing. Namun jalan untuk menuju ke atas tebing sangatlah berbahaya dan hanya orang-orang tertentu dengan nyali tinggi yang berani menuju ke tempat tersebut,” terangnya.
Perpaduan dari air terjun yang indah, dan alam dengan sejuta kekayaan didalamnya menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Kerinci. Tak heran, banyak para pecinta alam dari berbagai daerah yang rela datang jauh-jauh berkunjung ke air terjun ini.
“Karena air terjun yang cukup tinggi, suara gemuruh air pun bisa didengar cukup keras oleh wisatawan. Air yang jatuh mengenai bebatuan menciptakan semacam embun dan percikan air dan terkadang akan menghalangi pandangan wisatawan. Angin yang berhembus pun membuat suasana menjadi sejuk dan dingin pun bisa dirasakan hingga menusuk ke tulang,” ungkapnya.
Bagi para fotografer pecinta pemandangan alam, air terjun ini juga bisa menjadi destinasi untuk berburu foto. Terdapat begitu banyak objek menarik yang bisa dibidik, seperti air terjun dengan tinggi 65 meter.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/16112019_air-terjun-renah-pemetik.jpg)