Ketahui Penyebabnya Pengapuran Pada Lutut, Perempuan Lebih Rentan

Yang sering menjadi masalah pada lutut adalah pengapuran lutut atau osteoarthritis lutut yang terjadi pada usia lanjut.

Ketahui Penyebabnya Pengapuran Pada Lutut, Perempuan Lebih Rentan
Tribunjambi/Nurlailis
Yang sering menjadi masalah pada lutut adalah pengapuran lutut atau osteoarthritis lutut yang terjadi pada usia lanjut. 

Ketahui Penyebabnya Pengapuran Pada Lutut, Perempuan Lebih Rentan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Lutut menjadi bagian yang sangat panting bagi tubuh kita karena lutut dapat dikatakan jadi pondasi atau penopang tubuh. Yang sering menjadi masalah pada lutut adalah pengapuran lutut atau osteoarthritis lutut yang terjadi pada usia lanjut.

Pengapuran lutut terjadi jika adanya permukaan yang kasar di sendi lutut sehingga terjadi gesekan ketika berjalan. Sakit lutut ataupun pengapuran lutut pada pasien ada beberapa faktor.

Dr. Frans Ferdinansyah. Sp.KFR dari Jambi Medical Rehabilitation Center menjelaskan dua faktor penyebab nyeri lutut yaitu faktor yang bisa dihindari dan faktor yang tidak bisa dihindari.

“Faktor yang bisa dihindari adalah pertama, penggunaan yang berlebihan pada lutut. Kedua, beban yang berlebihan pada lutut seperti berat badan. Ketiga, hentakan yang berlebihan pada lutut seperti naik turun tangga yang memberatkan beban lutut,” jelasnya.

Sekda Provinsi Jambi Mundur, Gubernur Jambi: M Dianto Ingin Lebih Panjang Mengabdi untuk Jambi

Gubernur Jambi Buka Festival Media Aji 2019 Literasi di Era Disrupsi

Suharso Monoarfa Minta PPP Tidak Stunting

Sedangkan faktor yang tidak bisa dihindari adalah usia, jenis kelamin dan genetik. Pada perempuan lebih besar kemungkinan mengalami pengapuran.

“Pasien diatas usia 55 biasanya sudah terjadi kecenderungan pengapuran pada lutut. Kalau sakit lutut pada usia 20an itu kecil kemungkinan terjadi pengapuran, penyebab lainnya mungkin cidera otot,” ungkapnya.

Adapun gejala pengapuran lutut, salah satunya adalah nyeri yang dirasakan dipagi hari. Selain itu lutut terasa kaku atau terkunci, lutut berbunyi, dan lutut membengkak. Pada tahap lanjut kaki terlihat seperti berbentuk O.

Pengapuran lutut sendiri terbagi menjadi empat grade. Pada grade 1 dan 2 bisa diatasi dengan terapi dan latihan untuk memperbaiki fungsi lutut. Begitupun dengan grade 3 yang masih bisa dilatih. Kalau sudah sampai grade 4 itu sudah harus operasi.

“Kalau sudah ada nyeri lutut tentunya harus mengetahui penyebabnya. Awalnya kita rontgen terlebih dahulu untuk mengetahui sudah di grade berapa. Setelah itu baru diobati dengan memberikan obat dan terapi,” paparnya.

Adapun terapi yang diberikan adalah terapi untuk pemanasan, terapi untuk mengurangi nyeri, terapi untuk melenturkan otot lutut dan terapi latihan untuk memperkuat otot lutut. Selain terapi ada juga memberikan suntikan pelumas lutut.

Beberapa terapi bisa menggunakan Short Wave Diathermy (SWD), Transcutaneous electrical neurostimulation, ultrasound dan NK table.

Kronologi Baku Tembak Densus 88 Dengan Terduga Teroris di Medan, 2 Tewas!

Timnas Malaysia Yakin Kalahkan Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala dunia 2022 zona Asia

RAJA Intel Kopassus Bikin Anggotanya Geleng-geleng Kepala, Sering Gelar Rapat hingga Tengah Malam

“Sering keliru dalam memperkuat lutut justru melakukan benturan dan hentakan pada lutut seperti berlari. Olahraga joging atau berjalan itu memberikan beban di lutut. Pada pasien dengan pengapuran lutut tidak disarankan untuk joging sebelum lututnya diperkuat. yang justru memperkuat adalah bersepeda karena meminimalisir beban yang diterima lutut,” jelasnya.
 

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved