Breaking News:

Empat Kopassus Gugur Kena Tombak dan Panah, Kisah Kapten Pandu dan Heli Twin Pac

Kapten Pandu satu di antara pilot TNI Angkatan Udara mengisahkan kisah heroik operasi militer di Papua dalam rangka pembebasan sandera

Editor: Edmundus Duanto AS
Instagram
Prajurit Kopassus 

Kondisi itu jelas berbahaya sekali karena seorang pilot yang jauh dari pesawatnya sama saja telah dilumpuhkan alutsistanya.

Kapten Pandu sempat ragu.

Namun, sekali lagi Danramil berhasil meyakinkannya dengan mengatakan bahwa daerah itu adalah kekuasaannya dan ia hafal betul situasi di sana.

Kapten Pandu akhirnya menurut. 

Markas Rumbiak ternyata berjarak sekitar 2 km dari pesawat dan mereka (rombongan Kopassus, pilot heli ditambah 2 kru televisi ) terus berjalan dan disambut oleh barisan anggota TPN.

Mereka (TPN) bertelanjang dada tapi bersenjata lengkap, seperti tombak, panah, kapak dan lainnya.

Kapten Pandu jantungnya berdesir karena posisi para rekannya kini seperti terkepung oleh TPN dan dalam kondisi mudah sekali diserang.

Di lokasi para prajurit TPN yang siap tempur itu rombongan Kapten Pandu ternyata belum melihat tanda-tanda keberadaan Rumbiak .

Sejumlah prajurit Rumbiak yang tampaknya ‘perwira’-nya mengatakan bahwa Panglima Rumbiak sedang bersembunyi dari kejaran Brimob di tempat yang hanya mereka yang tahu.

Mendengar keterangan itu, Kapten Pandu menjadi semakin tegang.

Ia seperti masuk jebakan karena jauh dari heli yang seharusnya selalu berada dalam jangkaunnya.

Meskipun para anggota Kopassus dalam rombongan itu meyakinkan bahwa wilayah setempat sudah mereka kuasai betul, Kapten Pandu tetap khawatir.

Tapi di tengah ketegangan itu Kapten Pandu masih terhibur karena semua kejadian yang sedang berlangsung justru diliput oleh kamerawan TV dengan tenangnya.

Akhirnya posisi persembunyian Rumbiak yang berupa sebuah gubuk berhasil ditemukan sekitar 1 kilometer dari markas TPN .

Setelah bernegosiasi, Rumbiak berhasil dibawa ke heli yang langsung start engine dan mengudara pada ketinggian 1.000 kaki menuju Jayapura.

Sekitar tiga bulan kemudian saat Kapten Pandu kembali ditugaskan ke Papua, ternyata terdengar berita mengenaskan.

Empat anggota Kopassus yang sempat bersama-sama saat menjemput Rumbiak, gugur setelah diserang TPN menggunakan tombak dan panah beracun di daerah Betaf itu.

Sebuah berita duka yang telah menjawab kekhawatiran Kapten Pandu.

Pasalnya saat itu nalurinya sebagai pilot heli sudah mengatakan bahwa sangat beresiko jika pilot sampai meninggalkan pesawatnya dalam kondisi mati mesin.

Apalagi jika pilotnya sampai gugur, misi penjemputan Panglima Rumbiak bisa gagal total dan heli Twin Pac bisa saja disandera oleh TPN.

Baca kisah Kopassus dan pasukan elite TNI di Tribunjambi.com.

Kopassus Temukan Peti Kayu Berisi Uang Banyak, Benny Moerdani Beri Peringatan Nanti Kau Mati

Perjalanan Ayah Mertua dan Menantu di Satuan Kopassus, Kini Pangkat di Pundak Sebagai Jenderal TNI

Duel Maut 1 Lawan 1 Perwira Kopassus & Pemberontak, Bayonet, Pisau Komando dan Pistol Beradu

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved