Breaking News:

Empat Kopassus Gugur Kena Tombak dan Panah, Kisah Kapten Pandu dan Heli Twin Pac

Kapten Pandu satu di antara pilot TNI Angkatan Udara mengisahkan kisah heroik operasi militer di Papua dalam rangka pembebasan sandera

Instagram
Prajurit Kopassus 

Empat Kopassus Gugur Kena Tombak dan Panah, Kisah Kapten Pandu dan Heli Twin Pac

TRIBUNJAMBI.COM - Kisah heroik ini selalu diingat.

Peristiwa ini sangat menegangkan, detik-detik prajurit TNI harus mengambil keputusan penting.

Kapten Pandu satu di antara pilot TNI Angkatan Udara mengisahkan kisah heroik operasi militer di Papua dalam rangka pembebasan sandera.

Hanya Taktik Benny Moerdani, Komandan Kopassus yang Bisa Buat Special Air Service Inggris Ketakutan

Raja Intel Kopassus Kecantol Pramugari Cantik Garuda, Ketika Menikah Tersadar Suami Sering Hilang

PASUKAN Elite Inggris Keteter Digempur Kopassus, Mayatnya Dikubur di Hutan Kalimantan:Temannya Kabur

Detik-detik operasi militer tersebut sangat mendebarkan.

Prajurit TNI harus masuk langsung ke markas pemberontak.

Operasi militer yang melibatkan Kopassus dan dari TNI AU ini berakhir dengan bebasnya para sandera.

Namun nahas empat prajurit Kopassus menjadi korban kekejaman para pemberontak. 

Belantara Papua menjadi satu diantara daerah ganas yang tak mudah ditaklukkan oleh TNI.

Bahkan banyak prajurit yang telah gugur membela bangsa dan negara demi menumpas para pengacau keamanan.

Kisah pilot TNI AU dan empat orang Kopassus ini satu diantaranya.

Skadron Udara 6 TNI AU pernah memiliki helikopter peninggalan Perang Vietnam, yakni Sikorsky S-58 Twin Pac yang terkenal bandel dan tangguh.

Heli angkut yang biasa membawa logistik tempur dan pasukan ini sudah digunakan dalam berbagai operasi militer seperti di Timor-Timur (Timor Leste), Aceh dan Papua.

Berbagi kisah heroik pernah dialami oleh Twin Pac, khususnya ketika digunakan dalam operasi militer di Papua.

Dikutip Tribunjambi.com dari Intisari, pada Januari 2001, Heli Twin Pac dengan nomor registrasi H 3406 mendapat perintah dari Pangdam VII Trikora.

Tujuannya adalah untuk menjemput salah satu wakil Panglima TPN (Tentara Pembebasan Nasional) Papua, Mark Rumbiak di Betaf, pantai timur Papua.

TPN dalam sepak terjangnya telah menimbulkan keresahan masyarakat dan berani secara terbuka menyerang pos polisi sektor setempat bahkan sampai merampas senjata di pos polisi tersebut.

Ketika berangkat heli Twin Pac saat itu diawaki oleh pilot Kapten Pnb Pandu bersama kopilot Lettu Pnb Agus dan membawa sejumlah anggota Kopassus, dua awak televisi serta Danramil Betaf Kapten Inf Djoni.

Heli take-off dari Sentani Jayapura pukul 08.05 WIT dan sesuai rencana semula, pesawat tidak mematikan mesin ( cut engine), saat tiba di titik penjemputan Rumbiak.

Pasalnya Rumbiak direncanakan sudah menunggu bersama sejumlah senjata rampasan dan akan langsung dinaikkan ke helikopter.

Penerbangan heli yang melintasi pegunungan dan hutan lebat menempuh waktu sekitar 45 menit.

Tapi ketika heli mendarat di Betaf yang terjadi justru di luar dugaan para awak pesawat.

Rumbiak ternyata tidak ada di tempat.

Begitu juga senjata rampasannya yang direncanakan juga akan diangkut ke Jayapura, ternyata tidak ada.

Melihat kondisi itu, Kapten Inf Djoni meminta pesawat untuk cut engine dengan alasan Rumbiak baru saja melarikan diri beserta barang rampasannya.

Kapten Pandu yang berpikir mission-oriented terpaksa mengikuti permintaan Danramil. 

Meskipun diliputi ketegangan karena pesawat dan awaknya tengah berada di daerah yang dikuasai oleh TPN.

Perkembangan yang kemudian terjadi.

Rumbiak ternyata minta dijemput di tengah hutan (markas TPN) oleh Kopassus dengan syarat menyertakan pilot helikopter .

Kapten Pandu sangat terkejut oleh permintaan Rumbiak yang ‘cukup cerdas’ itu karena berusaha memisahkan antara pilot dan heli.

Kondisi itu jelas berbahaya sekali karena seorang pilot yang jauh dari pesawatnya sama saja telah dilumpuhkan alutsistanya.

Kapten Pandu sempat ragu.

Namun, sekali lagi Danramil berhasil meyakinkannya dengan mengatakan bahwa daerah itu adalah kekuasaannya dan ia hafal betul situasi di sana.

Kapten Pandu akhirnya menurut. 

Markas Rumbiak ternyata berjarak sekitar 2 km dari pesawat dan mereka (rombongan Kopassus, pilot heli ditambah 2 kru televisi ) terus berjalan dan disambut oleh barisan anggota TPN.

Mereka (TPN) bertelanjang dada tapi bersenjata lengkap, seperti tombak, panah, kapak dan lainnya.

Kapten Pandu jantungnya berdesir karena posisi para rekannya kini seperti terkepung oleh TPN dan dalam kondisi mudah sekali diserang.

Di lokasi para prajurit TPN yang siap tempur itu rombongan Kapten Pandu ternyata belum melihat tanda-tanda keberadaan Rumbiak .

Sejumlah prajurit Rumbiak yang tampaknya ‘perwira’-nya mengatakan bahwa Panglima Rumbiak sedang bersembunyi dari kejaran Brimob di tempat yang hanya mereka yang tahu.

Mendengar keterangan itu, Kapten Pandu menjadi semakin tegang.

Ia seperti masuk jebakan karena jauh dari heli yang seharusnya selalu berada dalam jangkaunnya.

Meskipun para anggota Kopassus dalam rombongan itu meyakinkan bahwa wilayah setempat sudah mereka kuasai betul, Kapten Pandu tetap khawatir.

Tapi di tengah ketegangan itu Kapten Pandu masih terhibur karena semua kejadian yang sedang berlangsung justru diliput oleh kamerawan TV dengan tenangnya.

Akhirnya posisi persembunyian Rumbiak yang berupa sebuah gubuk berhasil ditemukan sekitar 1 kilometer dari markas TPN .

Setelah bernegosiasi, Rumbiak berhasil dibawa ke heli yang langsung start engine dan mengudara pada ketinggian 1.000 kaki menuju Jayapura.

Sekitar tiga bulan kemudian saat Kapten Pandu kembali ditugaskan ke Papua, ternyata terdengar berita mengenaskan.

Empat anggota Kopassus yang sempat bersama-sama saat menjemput Rumbiak, gugur setelah diserang TPN menggunakan tombak dan panah beracun di daerah Betaf itu.

Sebuah berita duka yang telah menjawab kekhawatiran Kapten Pandu.

Pasalnya saat itu nalurinya sebagai pilot heli sudah mengatakan bahwa sangat beresiko jika pilot sampai meninggalkan pesawatnya dalam kondisi mati mesin.

Apalagi jika pilotnya sampai gugur, misi penjemputan Panglima Rumbiak bisa gagal total dan heli Twin Pac bisa saja disandera oleh TPN.

Baca kisah Kopassus dan pasukan elite TNI di Tribunjambi.com.

Kopassus Temukan Peti Kayu Berisi Uang Banyak, Benny Moerdani Beri Peringatan Nanti Kau Mati

Perjalanan Ayah Mertua dan Menantu di Satuan Kopassus, Kini Pangkat di Pundak Sebagai Jenderal TNI

Duel Maut 1 Lawan 1 Perwira Kopassus & Pemberontak, Bayonet, Pisau Komando dan Pistol Beradu

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved