Berita Sarolangun

Selama Karhutla, 644 Hektare Lahan Terbakar di Sarolangun, Rerata Lahan Masyarakat

Selama Karhutla, 644 Hektare Lahan Terbakar di Sarolangun, Rerata Lahan Masyarakat

Selama Karhutla, 644 Hektare Lahan Terbakar di Sarolangun, Rerata Lahan Masyarakat
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Selama Karhutla, 644 Hektare Lahan Terbakar di Sarolangun, Rerata Lahan Masyarakat 

Selama Karhutla, 644 Hektare Lahan Terbakar di Sarolangun, Rerata Lahan Masyarakat

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Pemerintah Provinsi Jambi, sudah menetapkan dan mencabut status siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2019.

Hal ini seiring dengan kondisi cuaca yang sudah mulai berangsur beralih ke musim penghujan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sarolangun, mencatat dari musim panas yang menimbulkan adanya titik api dan kabakaran hutan dan lahan tahun 2019 keseluruhan mencapai ratusan hektar sudah terbakar.

"Luasan Keseluruhan karhutla berjumlah 644 hektare di Kabupaten Sarolangun," kata Yen Aswadi, Kabid Kedaruratan dan Logistik, BPBD Sarolangun, Rabu (13/11/2019).

Sekda Sebut Lahan Masyarakat Paling Banyak Terbakar Saat Terjadi Karhutla di Jambi 2019

Kisah Petugas Satgas Karhutla Pingsan Dihantam Kabut Asap, Ada yang Ketemu Buaya dan Ular

2 Terdakwa Perkara Pembunuhan di Sekampil, Bungo, Ditunda, Ini Penjelasan Pengadilan Muaro Bungo

Djaduk Ferianto Meninggal Dipangkuan Istri, Butet Kartaredjasa Ungkap Kesibukan Hari-hari Terakhir

Adapun dari jumlah tersebut, luasan lahan gambut yang sudah terbakar berjumlah 180 hektar.

Sedangkan untuk lahan mineral sebanyak 458,18 hektare. Dan, dari luasan itu, peringkat pertama terluas karena terbakar ada di Kecamatan Mandiangin, kedua Kecamatam Pauh, dan disusul Kecamatan Sarolangun.

"Kecamatan lain tidak begitu luas," bebernya.

Katanya, untuk indikasi dari kebakaran lahan memang semuanya atas laporan masyarakat. Sampai saat ini pihaknya menyebut tidak ada unsur kesengajaan dan tidak ada masyarakat yang berada di lokasi.

Ia juga menyatakan lahan yang rerata terbakar itu adalah lahan milik masyarakat dan ada beberapa lahan perusahaan.

"lahan perusahaan ada di PT. Samhutani ada 20 hektar dan yang terbesar PT.AAS ada 100 hektar lebih," katanya

Untuk selanjutnya pihaknya akan berkoordiansi langsung oleh BMKG Jambi, mengingat peralihan musim sudah mulai terlihat dan akan melakuka rapat menjelang musim penghujan ini.

Selama Karhutla, 644 Hektare Lahan Terbakar di Sarolangun, Rerata Lahan Masyarakat (Wahyu Herliyanto/Tribunjambi.com)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved