Siaga Darurat Karhutla Dicabut

Kisah Petugas Satgas Karhutla Pingsan 'Dihantam' Kabut Asap, Ada yang Ketemu Buaya dan Ular

Istimewa
Penampakan buaya di Sungai Simpang Malaka ini merupakan tantangan yang di hadapi tim pemadam. Petugas pemadam kerap melihat buaya, ikan tapa dan ular berbisa. 

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Kisah susah sedih petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) tak banyak mengetahui.

Kondisi di lapangan saat karhutla berisiko tinggi, hingga petugas pemadam pingsan.

Kisah ini di antaranya terjadi di Batanghari, Provinsi Jambi.

Tim melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla
Tim melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi karhutla (IST)

Petugas pemadam karhutla baik dari TNI/Polri, Manggala Agni, Damkar dan BPBD sekalipun masih harus bersiaga 24 jam untuk memadamkan api.

Api yang membakar hutan maupun lahan menimbulkan asap yang sangat banyak.

BREAKING NEWS Status Siaga Darurat Karhutla di Jambi Dicabut, Total 7.048 Hotspot

VIRAL Video Kapolsek Bersimpuh di Depan Massa yang Bawa Golok Demi Selamatkan

Begini Cara Para Pelaku Illegal Drilling Mengolah Minyak Mentah Jadi Solar dan Minyak Tanah

Asap itu pula yang dihirup oleh petugas pemadam di lapangan. Bahkan, ada pula petugas yang pingsan lantaran terlalu banyak menghirup asap tersebut.

Petugas BPBD Kabupaten Batanghari, Chairil Anwar, mengatakan beberapa rekannya mengalami hal tersebut.

"Saat itu api sedang besar dan asap mengepul ditambah angin yang berhembus mengarah kepada petugas pemadam di lapangan. Teman saya sampai pingsan lantaran terlalu banyak terpapar asap," ungkapnya kepada Tribunjambi.com.

Dia mengatakan, petugas di lapangan hanya dibekali masker jenis N-95 dan handuk basah yang dijadikan masker. Gunanya agar asap tak langsung terhirup.

"Meski begitu juga tidak mempan. Petugas tetap saja sesak menghirup asap," ujar Chairil Anwar.

Menurutnya, petugas pemadam api karhutla di lapangan butuh tabung oksigen mini untuk membantu pernapasan.

Pasalnya, pemadaman api karhutla dilakukan hampir setiap hari.

"Ini sangat-sangat kami perlukan. Hingga kini belum ada pengadaan atau kami dibekali itu," katanya.

Chairil Anwar berharap ke depannya dinas terkait bisa memberikan pengadaan tabung gas oksigen mini untul petugas di lapangan.

"Kita minta instansi terkait bisa bekerjasama dengan petugas di lapangan selain memberikan oksigen mini juga memberikan suplemen vitamin kepada kami," jelasnya.

Terpisah, Sekretaris BPBD Kabupaten Batanghari Samral Lubis mengatakan, hingga saat ini petugasnya memang tak dibekali tabung oksigen tersebut.

Kebakaran Hutan dan Lahan sampai dengan saat ini masih terjadi di wilayah Kabupaten Muarojambi, satu di antaranya kebakaran yang terjadi di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, Minggu (22/9/2019). TNI, Polri, BNPB, BPBD Provinsi Jambi, BPBD Kabupaten Muarojambi, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api turun untuk melakukan pemadaman. Adapun lahan yang terbakar merupakan lahan milik PT Bara Eka Prima.
Kebakaran Hutan dan Lahan sampai dengan saat ini masih terjadi di wilayah Kabupaten Muarojambi, satu di antaranya kebakaran yang terjadi di Desa Puding, Kecamatan Kumpeh, Kabupaten Muarojambi, Minggu (22/9/2019). TNI, Polri, BNPB, BPBD Provinsi Jambi, BPBD Kabupaten Muarojambi, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api turun untuk melakukan pemadaman. Adapun lahan yang terbakar merupakan lahan milik PT Bara Eka Prima. (tribunjambi/samsul bahri)

"Untuk ke depannya nanti akan kami evaluasi lagi dan mungkin akan dibekali tabung oksigen tersebut," ujarnya.

Saat ini petugas di lapangan hanya menggunakan masker jenis N-95.

"Dinas kesehatan juga memberikan pengobatan kepada para petugas kita di sini dan juga mendatangi ke lapangan," jelasnya.

Bertemu ular dan buaya di Pematang Raman

Kisah tim pemadam karhutla di sini berbeda.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Muarojambi, M Zakir, mengatakan bahwa laporan terkahir yang diterima untuk wilayah Kabupaten Muarojambi masih dalam pendinginan.

"Laporan terakhir itu pendinginan di lahan PT Bara Eka Prima di Desa Pematang Raman," ujarnya kepada Tribunjambi.com pada Senin (14/10).

Sementara itu, Safii, anggota pemadam Karhutla yang ada di lokasi kebakaran di lahan PT BEP di Pematang Raman menyebutkan pihaknya melakukan upaya pendinginan.

"Kalau sekitaran PT BEP sekarang masih pendinginan, api besar sudah tidak ada lagi. Kabut sudah tidak seberapa lagi di lokasi," sebutnya

Pantauan Tribunjambi.com, pada Senin (14/10) sore kabut asap di wilayah Sengeti Kabupaten Muarojambi sangat pekat, bahkan udara terlihat menguning.

Kondisi kabut asap yang cukup pekat dan tampak menguning ini baru terjadi pada hari ini.

Bertemu buaya dan ular berbisa

Informasi yang dihimpun Tribunjambi.com, tim pemadam karhutla di Muarojambi mengalami hal mengagetkan.

Mereka bertemu buaya dan ular berbisa di lokasi kebakaran di Sungai Simpang Malaka yang terletak di Kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang.

Penampakan buaya di Sungai Simpang Malaka ini merupakan tantangan yang di hadapi tim pemadam.

Petugas pemadam kerap melihat buaya, ikan tapa dan ular berbisa.(Rian Aidilfi/Samsul Bahri/ Tribunjambi.com)

Spoiler Boruto Episode 135: Urashiki Isyaratkan Perang di Masa Kecil Naruto, Tayang 8 Desember 2019

Begini Cara Para Pelaku Illegal Drilling Mengolah Minyak Mentah Jadi Solar dan Minyak Tanah

Laka Maut di Muara Tembesi Jambi, Anggota BPD Desa Jangga Aur Tewas Terlindas

Tuti Maryati Bawa Indonesia Mendunia, Meneladani Perjuangan Pahlawan