Mardiansyah Menyukai Dunia Perhotelan, Tak Kapok Meski Pernah Didatangi Warga Bawa Parang

Bekerja dibidang hospitality industry perhotelan bagi sebagian orang menjadi pekerjaan yang sangat menarik dan juga menjanjikan.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
ist
Mardiansyah, Assistant Front Office Manager Odua Weston Jambi. 

Mardiansyah Menyukai Dunia Perhotelan, Tak Kapok Meski Pernah Didatangi Warga Bawa Parang

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bekerja dibidang hospitality industry perhotelan bagi sebagian orang menjadi pekerjaan yang sangat menarik dan juga menjanjikan. Pekerjaan ini juga menuntut yang terlibat dapat berkomunikasi dengan baik, dengan beragam orang dan dan dari berbagai kalangan yang tentunya tidak mudah. Hal inilah yang membuat Mardiansyah, Assistant Front Office Manager Odua Weston Jambi tertarik bekerja di hotel.

"Selamat Sore," sapa pria berkulit putih itu pada Tribunjambi.com mengawali obrolan kami di Rick's Kitchen, restoran andalan hotel Odua Weston Jambi, Selasa (12/11).

Adi panggilan akrab pria yang menjabat sebagai Assistant Front Office Manager di Hotel Odua Weston Jambi. Sebelum bekerja di Odua Weston Jambi, dia telah mendapat pengalaman di dua hotel berbintang tempat Adi bekerja sebelumnya.

Pemkot Jambi Ajukan Pinjam Rp400 Miliar untuk Percepat Pembangunan, Fraksi PKS dan Demokrat Menolak

Zumi Zola Pastikan Anggota Dewan dan Fraksi Dapat Bagian Nanti Ribut Lagi

UAS Ceramah di Kota Sungai Penuh, Lapangan Merdeka Penuh Sesak Ribuan Warga

Sebelum bergabung di bidang hospitality industry, Adi mempunyai pengalaman di bidang retail sebagai customer service di Toko Buku Gramedia Jambi.

"Jadi kebetulan tertarik di dunia perhotelan itu karena melihat teman saya kebetulan bekerja di hotel, kami saling sharing, setelah sharing dan mendengarkan ceritanya itu saya menjadi tertarik bekerja di hotel," ujar pria kelahiran Jambi, 14 Maret 1991 ini.

Saat dia masih bekerja di Toko Buku Gramedia Jambi, dia masih menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi, Universitas Jambi. Setelah menyandang gelar sarjana, dia memilih untuk fokus bekerja di perhotelan.

Pertama kali bekerja di perhotelan, Adi diterima menjadi resepsionis di tahun 2015. Tidak begitu lama dia bekerja di hotel pertamanya, Adi pindah ke hotel yang kedua.

"Di hotel yang kedua saya juga sebagai resepsionis juga, cukup lama saya di hotel tersebut, lalu ada tawaran di Odua Weston Jambi dan diterima sebagai supervisor front office," tuturnya.

Selama satu setengah tahun dia bertanggung jawab sebagai supervisor, hingga akhirnya Adi, diberikan tanggung jawab sebagai Assistant Front Office Manager di Odua Weston Jambi hingga saat ini.

Dia sangat berkesan bekerja di dunia perhotelan terutama tempat dia bekerja saat ini. Hal tersebut karena hampir semua orang dari departement yang berbeda dia kenal.

Ada satu pengalaman yang cukup membuatnya deg-degan selama bekerja di dunia perhotelan, dia pernah harus menghadapi warga yang marah karena ulah tamu yang mengadakan acara di hotel tempat dia bekerja.

Revisi Tata Ruang Kabupaten Muarojambi Dibutuhkan untuk Menyerap Investor, 2020 Diajukan ke Dewan

Berkembang Sebagai Daerah Industri, Sekda Sebut RTRW Kabupaten Muarojambi Perlu Dirubah

VIDEO: Zola Jadi Saksi Terdakwa Asiang Kasus Korupsi Suap APBD 2018

"Saat itu kebagian shift malam, ada tamu adakan acara pertunangan, dalam perjanjian mereka nggak ngobrolin menggunakan kembang api atau gimana jadi pada saat pertengahan acara mereka pakai kembang api dan ternyata warga sekitar merasa terganggu dengan suaranya," kenangnya.

Yang membuatnya makin deg-degan, warga yang protes juga ada yang membawa parang.

"Jadi warga datang ramai ramai ke resepsionis, bawa parang, nanya mana bos kamu, saya mau ketemu bos kamu, kita juga gak tau ada apa, karena kita gak kedengaran suara kembang apinya, jadi sambil bawa parang mereka protes merasa terganggu dengan suara kembang api," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved