Berita Sungai Penuh

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Janji Lestarikan Rumah Adat Larik di Kota Sungai Penuh

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Janji Lestarikan Rumah Adat Larik di Kota Sungai Penuh

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Janji Lestarikan Rumah Adat Larik di Kota Sungai Penuh
Tribunjambi/Heru Pitra
Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Janji Lestarikan Rumah Adat Larik di Kota Sungai Penuh 

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Janji Lestarikan Rumah Adat Larik di Kota Sungai Penuh

TRIBUNJAMBI.COM,SUNGAIPENUH - Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, akan melestarikan Rumah Adat Larik, di Kota Sungai Penuh.

Hal itu dikatakan Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan YME dan Tradisi, Tristiyanti Arini, saat hadir ke Kota Sungai Penuh, Minggu (10/11/2019).

Menurutnya, saat ini bangunan-bangunan tradisional, khususnya rumah-rumah adat yang ada semakin menurun jumlahnya terus menerus.

Tidak sedikit pula yang tidak terurus atau tidak terawat dengan baik dan akan mengalami proses kepunahan.

Tetap Kokoh, Ini Rahasia Dibalik Rumah Adat di Lombok yang Tahan Gempa

Intip Keindahan Jalur Tour de Singkarak 2019, Sungai Penuh-Pesisir Selatan Jalur Tertinggi Terindah

Razia di Tempat Hiburan, Sat Brimob Curiga 6 Pria Berambut Cepak Ngaku Mahasiswa & Sembunyi di Dapur

Kondisi ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti cuaca, iklim, bencana alam, kemiskinan, serta semakin sulit dan minimnya ketersediaan material untuk mendapatkan bahan dasar yang digunakan.

Di satu sisi perubahan nilai-nilai budaya pun telah terjadi dalam masyarakat, sehingga berpengaruh akan kelangsungan arsitektur-arsitektur tradisional tersebut.

Maka pada tahun 2019 ini, akan dilaksanakan pada arsitektur Rumah Adat Larik, yaitu Rumah Adat Kerinci, Jambi. Kegiatan tersebut, akan dilaksanakan pada tanggal 9 – 14 November di Kota Sungai Penuh.

Bopak Castello Hidup dengan 1 Paru-paru, Jadi Contoh Ngerinya Dampak Asap Rokok Bagi Perokok Pasif

Tak Disangka! 6 Artis Ini Ternyata Keturunan Pahlawan Indonesia, Diantaranya Pangeran Diponogoro

Inilah Pelawak Satu-satunya yang Dimakamkan di Makam Pahlawan, Ratmi B-29 Ternyata Dulu Seorang. .

"Adapun sasaran dari kegiatan ini adalah generasi muda, para pelestari rumah adat, pelajar, serta masyarakat umum yang memiliki ketertarikan, dengan memberikan bekal pengetahuan dan keahlian melalui tahapan-tahapan yang ada dari narasumber yang kompeten," ujarnya.

Dikatakannya, pada dahulu pembuatan rumah larik dilakukan oleh para leluhur, nenek moyang, tentu dilakukan dengan sistim gotong royong, melibatkan seluruh warga masyarakat. Sehingga, kebersamaan tercermin dalam kesatuan dalam rumah adat.

"Kami hadir ke Sungai Penuh sudah kedua kalinya, bertepatan dengan kenduri SKO. Sungai penuh ini, masih mudah ditemui adanya rumah larik. Dari situlah kami mempunyai pikiran, sungguh sangat sayang rumah larik tidak dilestraikan. Kami juga memahami, para pelestari dan pembuat rumah lirik, tokoh adat bisa diminta petunjuk," jelasnya.

Oleh karena itu sambungnya, mereka berharap agar pelestarian tardisional rumah larik tetap lestari, anak muda bisa mengetahui tahapan pembuatan rumah larik agar tidak hilang.

Ini dilakukan dengan tujuan, warisan pengetahuan yang berkaitan dengan bangunan tradisional agar tetap terus dilestarikan.

"Kami berharap, Pemkot Sungai Penuh, untuk berinisiataif untuk membangun kembali rumah adat larik, yang saat ini sudah mulai ditinggalkan masyarakat," tegasnya.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Janji Lestarikan Rumah Adat Larik di Kota Sungai Penuh (Heru Pitra/Tribunjambi.com)

Penulis: heru
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved