Berita Selebritis
Bopak Castello Hidup dengan 1 Paru-paru, Jadi Contoh Ngerinya Dampak Asap Rokok Bagi Perokok Pasif
Bopak Castello Hidup dengan 1 Paru-paru, Jadi Contoh Ngerinya Dampak Asap Rokok Bagi Perokok Pasif
Dalam penjelasan laman resmi American Cancer Society, para perokok pasif sebenarnya menghirup dua jenis asap dari pembakaran tembakau.
Pertama, asap yang dihembuskan perokok aktif.
Kedua, jenis asap dari ujung rokok atau cerutu yang memiliki konsentrasi tinggi agen penyebab kanker (karsinogen) dan lebih toksik dibanding asap biasa.
• Peringati Pejabat Agar Amanah, Wabup Apri: Dunia Kerja Sangat Ketat Pengawasannya
Jenis asap kedua ini memiliki partikel lebih kecil dibanding asap pertama yang dihembuskan langsung oleh perokok, sehingga lebih mudah masuk ke paru-paru dan sel-sel tubuh lain.
"Ketika non-perokok terpapar kedua jenis asap ini, mereka disebut perokok pasif. Mereka (perokok pasif) juga mengisap nikotin dan bahan kimia beracun sama halnya seperti perokok aktif," tulis American Cancer Society yang dikutip Kompas.com.
Banyak studi membuktikan asap rokok dapat menyebabkan kanker.
• Razia di Tempat Hiburan, Sat Brimob Curiga 6 Pria Berambut Cepak Ngaku Mahasiswa & Sembunyi di Dapur
Ini karena ada lebih dari 7.000 bahan kimia di dalam rokok, dan 70 di antaranya dapat menyebaban kanker.
Selain kanker paru-paru, perokok pasif orang dewasa juga berisiko terkena kanker laring (pita suara), kanker faring (tenggorokan), sinus hidung, kanker otak, kanker kandung kemih, kanker dubur, kanker perut, dan kanker payudara.
Pelaku perokok pasif bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak kecil yang tak bisa mengindari paparan asap rokok di rumah.
Studi menunjukkan, anak-anak yang orangtuanya merokok lebih rentan sakit, memiliki lebih banyak infeksi paru-paru seperti bronkitis dan pneumonia, lebih mudah batuk dan sesak napas, juga lebih mungkin mengalami infeksi telinga.
Selain hal itu, perokok pasif anak-anak juga berisiko mengalami serangan asma atau memperburuk gejala asma.
• Sisir Anggota di Tempat Hiburan, Brimob Polda Jambi, Razia Sejumlah Tempat Hiburan Malam
"Beberapa risiko itu mungkin kecil, tapi hal ini dapat berkembang dengan cepat. Pikirkan pengeluaran, kunjungan dokter, obat-obatan, kehilangan waktu sekolah, dan sering kehilangan waktu kerja untuk orang tua yang harus tinggal di rumah dengan anak yang sakit. Dan ini tidak termasuk ketidaknyamanan yang dialami anak," ujar laman tersebut.
Pada anak-anak yang sangat muda, SHS juga meningkatkan risiko masalah yang lebih serius, termasuk sindrom kematian bayi mendadak (SIDS).
"Perokok pasif sangat mungkin mengalami penyakit lain, hingga kematian," imbuh ahli.
• BEGINI Guyonan Wishnutama ke Nadiem Makarim saat Dipanggil Jokowi ke Istana Tapi Tak Bawa Baju Putih
• Pelaku Pembunuhan di Dusun Seberang Jaya, Bungo, Segera Disidang, Jaksa Nyatakan Berkas Lengkap
• Inilah Pelawak Satu-satunya yang Dimakamkan di Makam Pahlawan, Ratmi B-29 Ternyata Dulu Seorang. .
Tanpa disadari, asap yang dihirup perokok pasif dapat memengaruhi fungsi jantung dan pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke bagi yang tidak merokok.