Jalur Kayu Aro-Danau Kerinci Dianggap Berbahaya, Pemprov Jambi Evaluasi Tour de Singkarak 2019

Tour de Singkarak Tahun 2019, Provinsi Jambi mendapatkan 2 Etape yaitu Etape 7 Kerinci yang telah berlangsung kemarin tanggal 08 November 2019.

Jalur Kayu Aro-Danau Kerinci Dianggap Berbahaya, Pemprov Jambi Evaluasi Tour de Singkarak 2019
ist
Peserta Tour de Singkarak (TdS) Etape 8 Sungai Penuh Tahun 2019. 

Jalur Kayu Aro-Danau Kerinci Dianggap Berbahaya, Pemprov Jambi Evaluasi Pelaksanaan Tour de Singkarak 2019

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi bersama dengan Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Kota Sungai Penuh harus melakukan evaluasi pelaksanaan Tour de Singkarak Etape 7 Kerinci dan Etape 8 Sungai Penuh Tahun 2019 guna mempersiapkan Tour de Singkarak Tahun 2020. 

Hal tersebut dikemukakan Sekda usai melepas peserta Tour de Singkarak  (TdS) Etape 8 Sungai Penuh Tahun 2019, yang berlangsung di Lapangan Merdeka Sungai Penuh, Sabtu (09/11). Sekda bersama Wali Kota Sungai Penuh secara langsung melepas Peserta Tour de Singkarak (TdS) Etape 8 Sungai Penuh Tahun 2019 yang akan menuju Pesisir Selatan.

Pada Tour de Singkarak Tahun 2019, Provinsi Jambi mendapatkan 2 Etape yaitu Etape 7 Kerinci yang telah berlangsung kemarin tanggal 08 November 2019 dimulai start dari Air Terjun Telun Berasap Kayu Aro dan finish di Dermaga Danau Kerinci, sedangkan Etape 8 Sungai Penuh berlangsung hari ini tanggal 09 November 2019 dengan rute sejauh 212,9 kilometer yang dimulai start dari Lapangan Merdeka Sungai Penuh - Desa Debai - Sungai Ning - Tapan - Bukit Buai - Koto Panai - Kambang - Bukit Pulai dan finish di Alun alun Painan, Pesisir Selatan.

Raih 38 Medali Jambi Bertengger di Peringat 8 Porwil X Sumatera di Bengkulu

Setelah Lama Mangkarak, Terminal Sijenjang Jambi Akan Kembali Beroperasi, Desember Mulai Uji Coba

4 Pasangan Bukan Suami Istri Terciduk Satpol PP, Ditemukan di Kos-kosan dan Tempat Karaoke Bungo

"Alhamdulillah, tadi kita telah melepas pembalap TdS Etape 8 Sungai Penuh Tahun 2019 yang akan finish di Pesisir Selatan, dimana kemarin kita juga telah melaksanakan Etape 7 Kerinci yang dimulai start dari Air Terjun Telun Berasap Kayu Aro dan finish di Dermaga Danau Kerinci.

Selanjutnya, kita akan melakukan evaluasi tentang apa-apa saja kekurangan yang harus diperbaiki kedepannya, karena ini merupakan gelaran pertama bagi Provinsi Jambi pada TdS tahun 2019," ujar Sekda.

"Kedepannya, kita harus lebih mempersiapkan diri untuk menyelenggarakan TdS Tahun 2020 karena Provinsi Jambi telah melaksanakan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan mendapatkan 2 Etape pada TdS selama 3 tahun berturut turut. Untuk itu, kita akan segera mengevaluasi untuk memperbaiki beberapa kekurangan yang ada pada TdS Tahun 2019, sehingga kedepannya Provinsi Jambi akan tetap mendapatkan 2 Etape pada gelaran TdS," tambah Sekda.

Sekda mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jambi bersama Pemerintah Kabupaten Kerinci dan Pemerintah Kota Sungai Penuh terus bersinergi dan akan mengevaluasi penyelenggaraan TdS Tahun 2019, dalam upaya meningkatkan beberapa kekurangan yang ada, baik itu terkait fasilitas infrastruktur maupun fasilitas akomodasi yang ada di Kerinci dan Sungai Penuh guna mendukung penyelenggaraan Tour de Singkarak di Provinsi Jambi.

"Insyaallah dengan semangat kebersamaan, kita telah sepakat bersama Bupati Kerinci dan Wali Kota Sungai Penuh akan mempersiapkan penyelenggaraan TdS Tahun 2020 untuk meningkatkan berbagai kekurangan yang ada pada TdS tahun ini dengan melakukan evaluasi dan memperbaiki beberapa kekurangan-kekurangan, sehingga kedepannya Provinsi Jambi lebih siap lagi dalam melaksanakan TdS ini," ungkap Sekda.

"Kita telah mendapatkan informasi dari race management tentang beberapa kekurangan pada penyelenggaran TdS di Provinsi Jambi, salah satunya adalah kondisi jalan dari Kayu Aro sampai ke Danau Kerinci, masih ada titik titik jalan perlu diperbaiki karena dapat membahayakan peserta TdS yang kecepatan rata-ratanya lebih kurang 60 sampai 70 km/jam, dan di beberapa persimpangan jalan masih kekurangan petugas untuk pengamanan," lanjut Sekda.

Seleksi CPNS 2019 di sscasn.bkn.go.id Dibuka 11 November 2019, Hindari 4 Kesalahan Ini!

Marcus/Kevin Jadi Satu-satunya Wakil Indonesia yang Bertahan di Semifinal Fuzhou China Open 2019

WIKIJAMBI - Magnet di Lubuk Beringin, Lubuk Larangan di Bungo yang Asri, Reservat Jadi Tempat Wisata

Sekda juga menambahkan, kekurangan yang juga menjadi sorotan dari race management adalah akomodasi yang masih perlu perbaikan dan lebih ditingkatkan, mulai dari kondisi kamar sampai dengan menu sarapan untuk para peserta, official dan tamu dari berbagai kontingen yang mengikuti Tour de Singkarak untuk Etape 7 Kerinci dan Etape 8 Sungai Penuh.

"Untuk masalah akomodasi, kita bersama Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Jambi akan terus berupaya mengawal ini, untuk memperbaiki dan meningkatkan standar kamar hotel dan standar menu yang diinginkan oleh race management Tour de Singkarak, sehingga para peserta, official dan tamu dari berbagai kontingen yang mengikuti Tour de Singkarak pada Etape 7 Kerinci dan Etape 8 Sungai Penuh merasa nyaman," terang Sekda.

"Semua kekurangan kekurangan yang ada akan segera diperbaiki, sehingga kedepannya Provinsi Jambi akan terus mendapatkan 2 Etape pada Tour de Singkarak, karena masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh sangat antusias sekali dalam menyambut event Tour de Singkarak ini, serta masyarakat Kerinci dan Sungai Penuh secara langsung mendapatkan dampak yang positif, khususnya dalam membangkitkan perekonomian Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh," pungkas Sekda.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved