Kisah Militer RI
PRATU Suparlan Menjadi Tameng Hidup Hadapi 300 Milisi Fretilin, Begini Kisah Anggota Kopassus itu
TRIBUNJAMBI.COM - Seperti diketahui bersama TNI memiliki sejumlah pasukan elit atau pasukan khusus yang sangat mumpuni di lapangan.
Melihat hal itu, Letnan Poniman lantas memerintahkan pasukannya untuk mundur, dengan berlari menuju sebuah celah bukit di sekitar area pertempuran.
Namun, peluang para prajurit Kopassus untuk mundur dengan selamat sangatlah kecil.
Baca Juga: Tak Terduga! Beginilah Gaya Maia Estianty Ketika Sindir Pelakor di Depan Umum
• 600 an Pintu Air di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 60 Persen Kondisinya Rusak Berat
Sampai akhirnya, seorang prajurit berpangkat Prajurit Satu (Pratu) bernama Suparlan, mengajukan diri untuk menahan serangan Fretilin sendirian dan membiarkan teman-temannya untuk meloloskan diri.
Berbekal senapan mesin milik rekannya yang gugur, Pratu Suparlan maju sendirian menerjang 300 orang Fretilin.
Tanpa ampun, Fretilin pun langsung menjadikan Pratu Suparlan sebagai sasaran utama.
Tembakan Fretilin itu dibalas Pratu Suparlan dengan tembakan senapan mesin yang ia bawa, hingga Pratu Suparlan sudah tak sanggup lagi berdiri karena luka-lukannya.
• Bupati Lampung Tengah Loekman Djoyosoemarto Dikabarkan Terkena OTT KPK di Jakarta, KPK Menyanggah?
Belum selesai sampai di situ, mengetahui Pratu Suparlan sudah hampir tewas, puluhan Fretilin mengerumuninya dan memberikan tembakan di lehernya.

Namun sebelum ajal menjemput, dengan sisa-sisa tenaga yang dimiliki, Pratu Suparlan mengambil granat dari kantongnya, menarik pin dan meloncat ke kumpulan Fretilin.
Pratu Suparlan berteriak 'Allahu Akbar', lalu disusul suara granat yang meledak.
• Viral, Kisah Lengkap Layangan Putus, Nasib Istri Sah Setelah Suami Lari dengan Pelakor Menyedihkan
Pratu Suparlan gugur bersama para Fretilin yang 'ikut diajak mati' oleh aksi nekatnya.
Beberapa saat kemudian, pasukan bantuan tiba bersama sisa anggota Kopassus yang berlindung di celah bukit tadi.
Mereka kemudian menyerang para Fretilin.