Berita Tanjab Timur

600 an Pintu Air di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 60 Persen Kondisinya Rusak Berat

600 an Pintu Air di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 60 Persen Kondisinya Rusak Berat

600 an Pintu Air di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 60 Persen Kondisinya Rusak Berat
tribunjambi/Abdullah Usman
600 an Pintu Air di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 60 Persen Kondisinya Rusak Berat 

600 an Pintu Air di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 60 Persen Kondisinya Rusak Berat

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK - Kondisi pintu air di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) banyak terbengkalai dan tak terawat. Dinas PUPR Tanjabtim mencatat, terdapat ratusan pintu air yang butuh perbaikan.

Penggunaan pintu air yang sejatinya dapat difungsikan sebagai sumber air bagi tanaman pertanian warga, kondisinya banyak yang memprihatinkan.

Hal tersebut diakui Bidang SDA Dinas PUPR Tanjung Jabung Timur. Bahkan data yang tercatat di PUPR sendiri terdapat 600 an pintu air yang berada di Tanjung Jabung Timur.

Sempat Mangkrak, Proyek Pintu Air Cadika Kembali Dilanjutkan, Segini Anggaran yang Disiapkan

Viral, Kisah Lengkap Layangan Putus, Nasib Istri Sah Setelah Suami Lari dengan Pelakor Menyedihkan

BREAKING NEWS, Hindari Razia, 3 Sepeda Motor Terlibat Kecelakaan Beruntun, Operasi Zebra 2019

Isak Tangis dan Sorak Kegembiraan Usai Sofyan Basir Divonis Bebas, KPK Akui Kaget dan Pikir-pikir

"Dimana dari 600 pintu air tersebut, jika dipresentasikan 60 persen dalam keadaan rusak dan sisanya masih dapat digunakan," papar Kabid Sumber Daya Air Dinas PUPR Tanajabtim, Dedi Novrianika, kepada Tribunjmbi.com Senin (4/11/2019).

Lebih lanjut dikatakannya pula, kondisi bendungan pintu air tersebut kondisinya didominasi banyak mengalami rusak berat.

"Rata rata pintu air yang rusak tersebut dibuat menggunakan dana APBN. Karena Biaya pemeliharaannya sangat besar dan wewenang balai sehingga banyak pintu air yang tak terawat," jelasnya.

Kebanyakan kerusakan pintu air tersebut, dikarenakan faktor alam terutama karena faktor air asin. Mengingat geografis tanjab timur lebih dekat dengan wilayah laut.

"Sehingga banyak pintu air yang menggunakan bahan besi terpapar air asin dan berkarat. Ditambah perawatan tidak rutin hingga kerusakan semakin cepat," bebernya.

Sejauh ini kendala perbaikan sendiri,selain permasalahan kewenangan, juga karena banyak lokasi yang sudah beralih fungsi tidak untuk pertanian lagi.

"Seharusnya pintu air tadi digunakan untuk mengalirkan air ke sawah, namun sekarang banyak beralih fungsi menjadi perkebunan sawit. Sehingga perbaikan tidak tepat lagi," pungkasnya.

600 an Pintu Air di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, 60 Persen Kondisinya Rusak Berat (Abdullah Usman/Tribunjambi.com)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved