2020 SLF akan Diterapkan, Berlaku untuk Gedung Baru Lebih dari Satu Lantai

Pemerintah Kabupaten Muarojambi akan menerapkan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) pada 2020 mendatang. Hal ini berdasarkan amanat yang

2020 SLF akan Diterapkan, Berlaku untuk Gedung Baru Lebih dari Satu Lantai
Tribunjambi/Samsul Bahri
Pemerintah Kabupaten Muarojambi akan menerapkan Sertifikat Layak Fungsi atau SLF pada 2020 mendatang. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Pemerintah Kabupaten Muarojambi akan menerapkan Sertifikat Layak Fungsi (SLF) pada 2020 mendatang. Hal ini berdasarkan amanat yang telah tercantum dalam peraturan Bupati Nomor 127 tahun 2018 tentang penyelenggaraan bangunan dan gedung.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Muarojambi, Riduwan. Ia menyebutkan bahwa di tahun 2019 awal hingga saat ini pihaknya masih melakukan sosialisasi terhadap sertifikat tersebut pada developer dan konsultan pembangunan.

Ia menyebutkan, SLF memberikan penilaian tentang kelayakan suatu bangunan termasuk soal pelayanan dan kelengkapan dari suatu bangunan tersebut. Penerapan tersebut nantinya hanya berlaku untuk bangunan yang dibangun pada 2020 mendatang.

"Itu merupakan kebijakan nasional dan kita sudah tuangkan dalam Perbup nomor 127 tahun 2018 tentang penyelengaraan bangunan gedung. Pembangunan lama itu tidak berlaku, berlaku pada pembangunan baru di 2020," terangnya.

Ia menyebutkan, kebijakan tersebut tidak hanya dibebankan pada Dinas Perkim, nanti dinas terkait lainnya juga akan terlibat termasuk Satpol PP. Selain itu juga PTSP, dinas PU juga akan dilibatkan, terlebih lagi adanya Tim Ahli Bangunan Gedung (TABG).

"Nantinya juga ada SLF TABG sebagi tim yang ahli yang menilai kelayakan fungsi dari suatu banguna. Ini sebenarnya lebih kepada suatu bangunan yang berlantai lebih dari satu," ucapnya.

Ia menerangkan, memang masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan ini, satu diantaranya terkait masih belum banyaknya tenaga ahli di bidang hal tersebut. Namun, hal ini akan diupayakan ketika 2020 mendatang program tersebut mulai berjalan.

"Kemudian dari sisi pembangunan juga nantinya akan berstandar dengan perkotaan betul," sebutnya.

Kata Riduwan, jika nantinya pembangunan gedung tidak SLF maka sanksi terberat yang akan dilakukan kepada pemilik bangunan yaitu pembongkaran. Meskipun memang nantinya pemberian sanksi ini masih akan dilakukan rapat dengan seluruh pihak terkait.

Ia menambahkan, dengan adanya SLF ini setiap bangunan didirikan di Kabupaten Muarojambi secara keamanan juga berstandar kelayakan. Namun, tidak hanya itu, ketika mendapatkan SLF secara pelayanan dan kelengkapan pendukung juga telah layak.

"Yang dimaksud layak fungsi itu di lihat dari keamanan bangunan, apakah ada ruang tunggu nya tidak, fasilitas umumnya layak tidak. Jadi ada tim-tim yang akan menilai. 2020 akan kita mulai lakukan ini," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved