Siapa Sebenarnya Vijay Fitriyasa? Berseteru dengan Iwan Bule Sampai Dilaporkan ke Polisi
Vijaya yang merupakan owner Persis Solo terlihat menyela pembicaraan yang dilakukan Iwan Bule sapaan M. Iriawan saat berbicara dengan awak media.
Penulis: Nani Rachmaini | Editor: Nani Rachmaini
Siapa Sebenarnya Vijay Fitriyasa? Berseteru dengan Iwan Bule Sampai Dilaporkan ke Polisi
TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Vijay Fitriyasa termasuk Calon Ketua Umum PSSI yang ikut keluar dari Kongres Luar Biasa PSSI yang kemudian memutuskan Iwan Bule menjadi Ketum hingga 2023.
KLB PSSI baru saja dimulai sekitar pukul 10.30 WIB, di Hotel Shangri-La, Jakarta, namun sekitar enam calon ketua umum sudah keluar ruangan.
Mereka adalah Fari Djemy Francis, Vijay Fitriyasa, Yesayas Oktovianus, Sarman El Hakim, Benny Erwin, dan Aven Hinelo.
• DELAPAN Artis Cantik Papan Atas Pensiun Main Film Dewasa: Nomor 7 Sempat Dijuluki The Next Miyabi
Sontak hal itu pun membuat geger. Para pewarta langsung menyerbu keenam cakteum tersebut.
Vijaya Firtiyasa pun menjelaskan apa yang terjadi di dalam.
Dirinya mengaku diusir dari kongres lantaran ingin menanyakan sesuatu yang janggal sebelum Kongres Luar Biasa ini diadakan.
“Saya jelaskan setelah acara seremoni, pembukaan, ada sambutan setelah itu kongres dimulai."
"Para exco duduk di depan kemudian Bu Sekjen (Ratu Tisha) pimpin sidang."
"Setelah itu Pak Plt Ketum memimpin kongres resmi dibuka! Setelah itu Bu Sekjen pimpin roll out,” cerita Vijaya, Sabtu (2/11/2019).
“Pada saat roll out itu Pak Fari Djemy Francis, salah satu caketum PSSI, melakukan interupsi menanyakan beberapa hal yang selama ini PSSI tidak menjelaskan."
• KISAH Perampok Kelas Kakap Dijuluki Robin Hood, Kabur dari Lapas Nusakambangan yang Dijaga Ketat
"Tanggal 26 Oktober resmi disampaikan pada saat kita mendaftar akan ada pembahasan tata cara kongres kepada seluruh kandidat."
"Tapi sepihak dibatalkan oleh PSSI tanpa ada penjelasan resmi,” bebernya.
“Kemudian tanggal 31 Oktober akan ada debat yang disiarkan oleh televisi nasional, supaya para voter bisa melihat visi dan misi, sehingga masyarakat Indonesia bisa menilai."
"Sampai saat ini kita tidak tahu tata cara Kongres dan siapa votersnya, sementara di surat FIFA menanyakan voter, sedangkan kompetisi masih berlangsung.”