Kisah Enny Peraih Penghargaan Penyuluh Terbaik di Provinsi Jambi, Sehari Tempuh Perjalanan 100 Km
Enny Maysari S, SP (39) merupakan peserta terbaik dalam Pekan Daerah Petani Nelayan Provinsi Jambi,.
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Teguh Suprayitno
Menurut Enny, Bathin III Ulu punya potensi yang bagus dalam pertanian. Misalnya beras, yang sebagian besar dipasok dari Dusun (Desa) Lubuk Beringin, Laman Panjang, dan Karak Apung, yang terletak di Kecamatan Bathin III Ulu.
Tidak banyak kendala untuk memberikan penyuluhan di sana. Hanya saja, ketika kemarau panjang, perlu sedikit usaha untuk proses pengairan, mengingat daerah itu merupakan dataran tinggi.
Selain memberi penyuluhan, perempuan kelahiran Muara Bungo ini juga membuka usaha sampingan. Ada keripik kentang, serundeng ubi jalar, dan wajik yang diberinya label Uni Een. Produk itu dipasarkannya secara online.
Perempuan berkacamata ini telah dianugerahi sejumlah penghargaan. Beberapa waktu lalu, dia pernah menerima penghargaan dari Camat Bathin III Ulu dan Universitas Gajah Mada (UGM) atas kesediaannya mendampingi mahasiswa KKN di sana.
Pada Pekan Daerah Petani Nelayan Provinsi Jambi lalu, dia juga memborong dua penghargaan. Dia mendapat penghargaan sebagai Penyuluh THL TBPP terbaik 1 di Provinsi Jambi, dan Penyuluh Berprestasi Terbaik di Provinsi Jambi.
Enny mengutarakan, hingga kini dia masih berusaha memberikan yang terbaik. Dia mengaku tidak punya kiat selain berbuat yang terbaik yang bisa dilakukannya. Bahkan, dia merasa masih perlu banyak bertanya dan belajar.
Atas kerja kerasnya itu, dia dihadiahi umrah. Enny yang juga bergiat di Komunitas Seniman Bungo (KSB) ini bilang, hadiah umrah itu dia persembahkan pada ibunya.
"Penginnya buat ibu. Sekarang masih diurus. Mudah-mudahan bisa," harapnya.
Enny tetap mengabdikan dirinya sebagai penyuluh. Jarak sejauh itu masih akan ditempuhnya, demi mengabdikan dirinya ke masyarakat.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)