Banyak Info Hoaks Tentang Kesehatan, Sonia Lawan dengan Edukasi Warga

Bencana asap beberapa waktu lalu membuat Sonia, mahasiswa kedokteran Universitas Jambi merasa prihatin.

Banyak Info Hoaks Tentang Kesehatan, Sonia Lawan dengan Edukasi Warga
Tribunjambi/Aldino
Sonia Permata Sari. 

Banyak Info Hoaks Tentang Kesehatan, Sonia Lawan dengan Edukasi Warga

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bencana asap beberapa waktu lalu membuat Sonia, mahasiswa kedokteran Universitas Jambi merasa prihatin. Hal yang paling membuatnya prihatin adalah anak-anak yang imunitasnya masih rentan.

Dia dan beberapa kawannya sempat mengimbau dan menjalankan posko bencana asap. Mulai dari edukasi penggunaan masker sampai beberapa tips.

Terkait penggunaan masker dia juga menemukan adanya hoaks. Hoaks itu adalah masker yang digunakan terbalik.

"Padahal lapisan luar itu memang itu yang berfungsi bisa menghalangì partikel keras dan semakin ke dalam yang bagian lembut agar partikel yang lebih halus tidak terkena wajah," ungkapnya.

Memang sudah ada penelitiannya dan itu hoaks. Berdasarkan pengalamannya banyak yang bilang tentang cara pakai masker yang keliru.

Jadi Dokter Juga Harus Komunikatif, Sonia Sempat Berpikir Terjun ke Politik

Belajar Sekaligus Melatih Sosialisasi, Kenalkan Anak Tentang Berkemah

54 Sekolah di Kota Jambi Menjadi Contoh Sekolah Ramah Anak

Selain itu juga ada yang terkait penggunaan air cuci hidung atau NHCl. Banyak yang bilang itu bisa diganti dengan garam, padahal tidak bisa. Dia juga sempat memberikan imbauan.

Meski begitu menurutnya hal ini juga hal yang harus dilakukan pada hari normal atau tanpa asap.

"Kurangi aktivitas di luar terus kedua untuk di rumah pakai kain basah di ventilasi. Untuk kita sendiri minum air putih dan perbanyak minuman yang sejenis dan makan buah dan buah yang baik untuk paru-paru yang ada vitamin A dan E," jelasnya.

Menurutnya anak-anak kecil yang paling rentan kalau lagi ada asap. Artinya memang sistem imun mereka belum begitu bisa menyaring.

"Kita sebagai orang dewasa aja pengap apalagi anak kecil. Banyak yang alami batuk dan pusing," ungkapnya.

Sonia berkata pergerakan menanggulangi asap ini memang agak terlambat. "Agak terlambat kelihatannya, sudah berapa bulan kan ini," ungkapnya.(Jaka HB)

Penulis: Jaka Hendra Baittri
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved