54 Sekolah di Kota Jambi Menjadi Contoh Sekolah Ramah Anak
Penulis: Rohmayana | Editor: Teguh Suprayitno
54 Sekolah di Kota Jambi Menjadi Contoh Sekolah Ramah Anak
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Saat ini Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMPPA) Kota Jambi, berkomitmen untuk mewujudkan Sekolah Ramah Anak (SRA).
Hingga kini setidaknya tercatat 54 sekolah terdiri dari tingkat SD dan SMP di Kota Jambi ditetapkan sebagai percontohan SRA.
“Deklarasi Sekolah Ramah Anak sudah kita lakukan jauh-jauh hari. Sejumlah sekolah pun saaat ini tengah menjadi percontohan program ini,” sebut Yuniati, Kabid Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DPMPPA Kota Jambi.
Sekolah Ramah Anak (SRA) merupakan satuan pendidikan formal, nonformal dan informal yang aman, bersih dan sehat, peduli dan berbudaya lingkungan hidup, mampu menjamin, memenuhi, menghargai hak hak anak dan perlindungan anak dari kekerasan, diskriminasi dan perlakuan salah lainya serta mendukung partisipasi anak tertuma dalam perencanaan, kebijakan, pembelajaran, pengawaasan dan mekanisme pengaduan terkait pemenuhan hak dan perlindungan anak di pendidikan.
• Bangun Kedekatan Keluarga dengan Berkemah Bersama Anak
• H.Baktri Maju Pilgub Jambi 2020, DPW PAN Sengaja Tak Buka Penjaringan Bacagub
• Kisah Enny Peraih Penghargaan Penyuluh Terbaik di Provinsi Jambi, Sehari Tempuh Perjalanan 100 Km
Dari total 54 SRA terbut terdiri atas 31 SD, 2 TK, dan 21 SMP di Kota Jambi. SRA ini mempunyai tugas dan tanggung jawab antara lain mempersiapkan, merencanakan, melaksanakan, memantau dan melakukan evaluasi serta pelaporan SRA.
“Kemudian mengikuti kegiatan yang mendukung pengembangan penyelengaraan SRA,” timpalnya.
Lanjutnya, SRA juga merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan pemenuhan hak dan perlindungan anak selama delapan jam saat anak berada di sekolah melalui upaya sekolah untuk menjadikan sekolah yang bersih, aman, ramah, indah, inklusif, sehat, asri dan nyaman.
“Pemkot Jambi tentu mendorong terwujudnya sekolah yang mampu menjadi tempat tumbuh kembang ideal bagi anak melalui SRA,” jelasnya.
Ia pun mengajak semua pihak untuk mengoptimalkan pola asuh dan pendidikan anak, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah.
“Karena generasi yang tangguh tidak lahir sendiri, namun ada proses pembelajaran dan pembinaan yang terstruktur,” terangnya.
Yuniati pun beraharap SRA menjadi model percontohan bagi sekolah lain dan harus terbuka dengan melibatkan anak berpartisipasi dalam seagal kegiatan, kehidupan sosial serta mendorong tumbuh kembang dan kesejahteraan anak. (Rohmayana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/antar-anak-sekolah_20180716_194243.jpg)