Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Akan Dipanggil Komisi I, Pengamat Minta Cecar 2 Hal

Peneliti Senior Imparsial, Anton Aliabbas, menanggapi agenda Komisi I DPR RI terkait Prabowo Subianto.

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Akan Dipanggil Komisi I, Pengamat Minta Cecar 2 Hal
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto usai pelantikan Menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). 

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Akan Dipanggil Komisi I, Pengamat Minta Cecar 2 Hal

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Peneliti Senior Imparsial, Anton Aliabbas, menanggapi agenda Komisi I DPR RI terkait Prabowo Subianto.

Diketahui dewan Komisi I berencana memanggil Menteri Pertahanan RI itu.

Menurut Anton, pertama adalah terkait dengan janji Prabowo dalam debat Pilpres 2019 yang berencana membangun kembali sektor pertahanan RI untuk menjadi Macan Asia karena dinilai lemah.Hal yang perlu diperhatikan Komisi I DPR RI adalah bagaimana langkah Prabowo sebagai Menteri Pertahanan untuk memajukan kemampuan pertahanan.

"Menjadi penting bagi Parlemen khususnya Komisi I untuk menyoroti apa program dan rencana strategis Prabowo dalam membangun sektor pertahanan ke depan?" kata Anton saat dihubungi Tribunnews.com pada Selasa (29/10/2019).

Hal kedua yang perlu disoroti oleh Komisi I DPR adalah terkait anggaran.

Pertarungan Supriadi vs Ular Piton 6 Meter yang Lilit Istrinya, Menang Hingga Kepala Terpotong

Menurutnya, itu karena dalam lima tahun terakhir ini, Presiden Joko Widodo sudah menaikkan anggaran pertahanan yang cukup signifikan.

Bahkan, menurutnya sepanjang 2014-2018, anggaran pertahanan Indonesia sudah berada lebih dari 1% Produk Domestik Bruto.

Menurut Anton, sekalipun meleset dari target 1,5% dari PDB, nilai anggaran pertahanan Indonesia sudah cukup besar.

"Sayangnya, selama periode pemerintahan Jokowi pertama, pengelolaan anggaran pertahanan masih belum memuaskan."

Halaman
1234
Editor: nani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved