Guru Honorer Digaji Kurang dari Rp 600 Ribu, DPRD Muarojambi Janji Perjuangkan Jadi Rp1 Juta Sebulan

Kecilnya gaji guru honorer menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muarojambi.

Guru Honorer Digaji Kurang dari Rp 600 Ribu, DPRD Muarojambi Janji Perjuangkan Jadi Rp1 Juta Sebulan
Tribunjambi/Samsul Bahri
Ulil Amri, Anggota DPRD Kabupaten Muarojambi yang akan memperjuangkan kenaikan gaji guru honorer menjadi Rp 1 juta perbulan. 

Guru Honorer Digaji Kurang dari Rp 600 Ribu, DPRD Muarojambi Janji Perjuangkan Jadi Rp 1 Juta Sebulan

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI- Kecilnya gaji guru honorer masih menjadi persoalan di dunia pendidikan. Bukan hanya itu, belasan tahun mereka mengabdi tapi itupun tak lantas akan merubah nasib mereka lebih baik.

Kecilnya gaji guru honorer menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Muarojambi.

Terlebih baru-baru ini Kemenpan RB telah memberikan keputusan jumlah formasi penerimaan CPNS 2019 di Kabupaten Muarojambi yang hanya 53 formasi. Kecilnya jumlah kuota membuat banyak mimpi guru honorer di Muarojambi pupus.

Ulil Amri, Anggota DPRD Kabupaten Muarojambi menyebutkan bahwa saat ini gaji guru honorer menjadi prioritas perjuangan di DPRD. Saat ini guru honorer yang ada di Kabupaten Muarojambi hanya menerima Rp 600 ribu perbulan.

"Sekarang itu di APBD itu gajinya diangka Rp 600 ribu, Itupun gajinnya per tiga bulan baru terima. Insyallah di dewan akan kita giring terus, kita perjuangkan untuk mereka, kita naikkan seminimalnya Rp 1 juta perbulan," terang Ulil.

12 Desa di Muarojambi Diusulkan Dapat Program Pamsimas Pada 2020

Hasil Pilkades Simpang Tiga dan Cempaka Digugat, Warga Tuding Terjadi Kecurangan

Rumah Warga di Kerinci Digerebek, Polisi Temukan Puluhan Motor Diduga Tanpa Surat

Ulil Amri yang pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Muarojambi paham betul terhadap persoalan ini. Katakannya bahwa kenaikan gaji guru honorer ini juga sebagai upaya untuk memberikan kesejateraan bagi guru honorer.

"Nantinya akan kita perjuangkan di pembahasan. Jadi nantinya gaji guru honorer pengajar dan teknis itu kita upayakan jadi Rp 1 juta, insyallah," pungkasnya.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Muarojambi, Ismianto juga mengharapkan hal yang sama. Ia menyebutkan bahwa gaji Rp 600 ribu dari APBD tersebut tidak semuanya guru honorer mendapatkan gaji sebesar itu.

"Untuk gaji guru honorer memang sudah dialokasikan di dana APBD, walaupun belum bisa mengakomodir semuanya, karena jumlahnya banyak. Yang dapat segitu (red- gaji Rp 600 ribu) diatas 500 orang, masih ada yang di bawah segitu gajinya, kalo bisa itu kita minta naikkan lah," pungkasnya.

Penulis: samsul
Editor: Teguh Suprayitno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved