Tak Kunjung Pulang ke Rumah, Irawan Ditemukan Tewas dengan Leher Terlilit Handuk di Pohon Rambe

Masyarakat Desa Rangkiling, Sarolangun digegerkan dengan temuan seorang lelaki yang tewas tergantung.

Tak Kunjung Pulang ke Rumah, Irawan Ditemukan Tewas dengan Leher Terlilit Handuk di Pohon Rambe
IST
Ilustrasi 

Tak Kunjung Pulang ke Rumah, Irawan Ditemukan Tewas dengan Leher Terlilit Handuk di Pohon Rambe

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Masyarakat Desa Rangkiling, Sarolangun digegerkan dengan temuan seorang lelaki yang tewas tergantung.

Lelaki itu sudah tak bernyawa dengan leher terikat handuk di sebuah pohon, Minggu (27/10).

Kapolsek Mandiangin IPTU Adi Prayitno mengatakan jika penemuan mayat yang sudah tergantung itu diduga sengaja bunuh diri.

"Dugaan sementara itu murni bunuh diri, kami dari Polsek sudah minta ke keluarganya untuk dilakukan visum tapi keluarga almarhum tidak mau,” kata Kapolsek. 

Dia menjelaskan, dari pengakuan keluarga korban, almarhum sudah beberapa hari hilang tidak pulang ke rumah sejak Jumat (25/10), lalu. Kemudian, korban pada Minggu (27/10) sudah ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Blangko e-KTP di Sarolangun Menipis, Kemendagri Intruksikan Dukcapil Keluarkan Suket

BREAKING NEWS, Muslim Pimpinan SMB Mendadak Pingsan Saat Sidang di PN Jambi

”Pihak keluarga almarhum juga mengaku sudah ikhlas dengan kepergian anaknya itu. Setelah ditemukan langsung dibawa ke rumah duka untuk dikebumikan,” tandasnya.

Dilanjutkannya, hingga saat ini, Senin (28/10) belum diketahui pasti terkait modus si korban sehingga meninggal dunia. Katanya korban yang bernama Irawan (21) itu merupakan napi yang baru keluar dari penjara.

"Dia baru keluar dari LP, baru sekitar 2 bulan, kasus 365 (pencurian dan kekerasan)," kata kapolsek saat dikonfirmasi, Senin (28/10).

Kata kapolsek, selama keluar dari penjara korban sempat pulang ke rumahnya. Namun pada hari Jumat (25/10) lalu ia tak lagi pulang ke rumah dan ditemukan pada hari Minggu (27/10) dalam keadaan tergantung lebih dari satu hari.

"Sudah 2 hari (tergantung,red) kemaren sore langsung dikebumikan," katanya.

Diketahui bahwa, penemuan korban bermula ketika anak-anak desa sekitar tengah asik mencari pakis (sejenis sayuran hutan) untuk dimasak.

Posisi mayat tersebut kala ditemukan tergantung di atas sebatang pohon rambe menggunakan sehelai handuk yang terikat pada lehernya.

Penemuannya tadi siang sekitar pukul 13.00 WIB, siang ketika ditemukan sudah tidak bernyawa. (Cwa)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved