Istri Kedua Melepuh Disiram Air Keras, Suami Cemburu Sang Istri Main Mata dengan Lelaki Lain

Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya terungkap siapa dalang penyiraman air keras terhadap Fitriani Ningsih di Sungai Ulak beberapa hari lalu.

Istri Kedua Melepuh Disiram Air Keras, Suami Cemburu Sang Istri Main Mata dengan Lelaki Lain
net
ilustrasi 

Istri Kedua Melepuh Disiram Air Keras, Suami Cemburu Sang Istri Main Mata dengan Lelaki Lain

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO -- Setelah dilakukan pemeriksaan, akhirnya terungkap siapa dalang penyiraman air keras terhadap Fitriani Ningsih di Sungai Ulak beberapa hari lalu.

Polres Merangin menetapkan Ahmad AZ sebagai otak pelaku penyiraman air keras Fitriani Ningsih. Ia tak melakukannya sendiri, melainkan menyuruh Jimmiy dan Habibi.

Kapolres Merangin AKBP M Lutfi ketika dikonfirmasi mengatakan, korban merupakan isteri kedua dari otak pelaku. Pelaku cemburu dengan tingkah isterinya yang diduga bermain mata dengan laki-laki lain.

Karena sakit hati itu, AZ yang merupakan narapidana yang tengah menjalani hukuman karena tersandung kasus narkoba menyuruh dua temannya untuk melakukan tindakan kriminal kepada korban.

"Sudah tiga tersangka, dan beberapa saksi juga sudah kita panggil, termasuk Jawani isteri tua AZ," ungkap Kapolres.

Untuk diketahui, pada Jumat lalu, Fitri Ningsih (28) disiram air keras oleh dua orang pria tak dikenal. Beberapa bagian tubuhnya melepuh. Selang beberapa jam kemudian, Polisi berhasil mengamankan dua orang pelaku penyiraman itu.

1,7 Juta Batang Rokok Ilegal Disita Bea Cukai Jambi, Ada Rokok Mirip Merk Ternama

Pilkades Digelar Hari Senin, Calon Kades di Muarojambi Khawatir Pemilih Berkurang

VIDEO: Like Konten Pornografi, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Mengaku Akun Twitternya Diretas

Kapolres Merangin AKBP M Lutfi melalui Kasat Reskrim Polres Merangin IPTU Khairunnas ketika dikonfirmasi membenarkan jika pihaknya berhasil mengamankan dua orang pelaku bernama Habibi dan Jimy.

Menurut Kasat, kedua pelaku diamankan di Kabupaten Bungo pada Sabtu malam. Mereka diamankan terpisah, Habibi diamankan disalah satu hotel di Bungo dan Jimy diamankan ketika sedang berkendara dengan sepeda motornya.

Penangkapan kedua pelaku sempat dramatis, dimana ketika hendak diamankan, pelaku atas nama Habibi melakukan perlawanan hingga berkelahi dengan petugas. Tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan, akhirnya polisi melakukan tindakan tegas, satu timah panas dihadiahkan ke betis pelaku.

Usai diamankan, pelaku Habibi 'bernyanyi". Dari nyanyian Habibi muncul satu nama Jimy pelaku lainnya, yang ikut dalam penyiraman air keras kepada korban, dan keberadaan Jimy berhasil diketahui ketika tengah berada di SPBU Rantau Keloyang Kecamatan Pelepat.

Lagi-lagi keselamatan anggota terancam, dimana pelaku Jimy yang membawa sepeda motor berusaha lari dengan menabrakkan sepeda motor kepada anggota opsnal Polres Merangin, akibatnya petugas terluka.

Pelaku Jimy langsung berusaha melarikan diri ke arah semak-semak, tembakan peringatan petugas tidak juga di indahkan. Karena membahayakan petugas pelaku langsung dilumpuhkan dan akhirnya kedua pelaku dibawa ke rumah sakit umum Kolonel Abun Jani Bangko untuk mendapatkan perawatan medis.

"Dua pelaku sempat melakukan perlawanan dan anggota kita ada yang terluka akibat para pelaku," kata Khairunnas.

Berdasarkan interogasi sementara, dua pelaku merupakan orang suruhan dan dibayar. Bersama pelaku, petugas juga berhasil mengamankan, sejumlah barang bukti yang digunakan pelaku saat menyiram korban, seperti botol plastik lima buah handphone dan uang hasil kejahatan pelaku diamankan ke Polres Merangin. (*)

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved