Diduga Tempat Peribadatan Kuno, Tugu di Kecamatan Limun Dikenal Warga Sebagai "Makam Keramat"

Di bawah benda seperti pura itu memang ada pelataran atau teras kurang lebih panjang dua meter dan lebar 1 meter

Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Nani Rachmaini
tribunjambi/wahyu herliyanto
Penelusuran diawali dengan perjalanan menuju lokasi yang diduga situs agama Hindu, yaitu di Desa Demang, Kecamatan Limun, Sarolangun. Di bukit Onge akhirnya tampaklah situs yang dituju 

Diduga Tempat Peribadatan Kuno, Tugu di Kecamatan Limun Dikenal Warga Sebagai "Makam Keramat"

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN- Setelah menjadi banyak perbincangan dan pertanyaan di kalangan masyarakat tentang adanya temuan benda berupa mirip (pura).

Berdasarkan penelusuran benda diduga berkaitan dengan adanya jejak hindu di Kabupaten Sarolangun itu memang terbukti ada.

Adanya fakta, bahwa di Desa Demang Kecamatan Limun meninggalkan benda seperti tempat peribadatan agama hindu (pura).

Adanya situs seperti peribadatan hindu atau (pura) di daerah itu sangat jelas. Belum diketahui secara pasti, bahwa dahulu diduga tempat bersejarah itu sudah ada puluhan, atau ratusan tahun yang lalu.

DUA Peramal Bicara Soal Luna Maya Ungkap Alasan Susah Dapat Pengganti Reino Barack dan Ada Pengusaha

Menurut penelusuran Tribunjambi.com, di bawah benda seperti pura itu memang ada pelataran atau teras kurang lebih panjang dua meter dan lebar 1 meter, yang sudah tertutup rimbunan semak belukar.

Namun belum ditemukan tahun pembuatan ataupun tulisan yang menandakan ciri dari suatu agama. Hanya relief di dinding yang sudah usang dan berlumut termakan usia.

Di samping itu juga, disekeliling benda itu bahwa terdapat beberapa batu nisan seperti batu sungkai. Namun masyarakat sekitar menyebutnya itu makam keramat.

Keberadaan benda itu memang sampai sekarang belum banyak yang mengetahuinya. Namun masyarakat sekitar hanya mengetahui bahwa di tempat tersebut yang merupakan (lubuk onge) itu tempat makam keramat.

"Masyarakat Desa Demang belum pernah tahu keberadaan tugu (pura). Masyarakat bilang itu makam, seperti makam keramat," Kata Pahrul, masyarakat sekitar yang juga sekdes setempat.

DUA Peramal Bicara Soal Luna Maya Ungkap Alasan Susah Dapat Pengganti Reino Barack dan Ada Pengusaha

Adanya makam keramat itu katanya sudah ditemukan sejak tahun 2000an silam. Namun adanya terkait benda seperti situs sejarah itu belum banyak yang mengetahuinya secara pasti.

"Jelas bahwa ini adalah situs yang kurang perhatian dari pihak pemerintah desa dan daerah," ujarnya

Katanya, temuan yang berjumlah satu buah benda dan tempat diduga milik pemeluk agama hindu. Memang warga sekitar Desa Demang sampai saat ini tidak ada yang memeluk agama hindu.

Penelusuran diawali dengan perjalanan menuju lokasi yang diduga situs agama Hindu, yaitu di Desa Demang, Kecamatan Limun, Sarolangun. Di bukit Onge akhirnya tampaklah situs yang dituju
Penelusuran diawali dengan perjalanan menuju lokasi yang diduga situs agama Hindu, yaitu di Desa Demang, Kecamatan Limun, Sarolangun. Di bukit Onge akhirnya tampaklah situs yang dituju (tribunjambi/wahyu herliyanto)

Dengan ditemukan benda tersebut, memang masyarakat belum banyak yang tahu. Ia berharap agar masyarakat sekitar, pemerintah dan instansi terkait berkenan untuk menggali apa sebenarnya benda yang terdapat di Desanya itu.

"Untuk menggali ini Hindu apo Budha, bisa jadi ini menjadi sejarah bagi Desa Demang," katanya

Halaman
12
Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved