Ratusan Hektar Lahan di Sarolangun Habis Terbakar, BPBD Imbau Warga Tak Lagi Bakar Lahan

Hingga akhir Oktober 2019 ini, terpantau sudah ratusan hektar lahan di Sarolangun hangus terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Ratusan Hektar Lahan di Sarolangun Habis Terbakar, BPBD Imbau Warga Tak Lagi Bakar Lahan
Tribunjambi/Wahyu Herliyanto
Ratusan hektar lahan di Sarolangun hangus terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). 

Ratusan Hektar Lahan di Sarolangun Habis Terbakar, BPBD Imbau Warga Tak Lagi Bakar Lahan

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN-Hingga akhir Oktober 2019 ini, terpantau sudah ratusan hektar lahan di Sarolangun hangus terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kepala BPBD Sarolangun, Trianto mengatakan bahwa dari hasil monitoring di lapangan, hingga Oktober 2019 ini sudah ada ratusan hektar lahan terbakar.

"Hasil update data dari seluruh staf di lapangan, di Kabupaten Sarolangum ada 469 hektar dan 169 titik hotspot," katanya. Kamis (24/10)

Ratusan hektar dan ratusan hotspot itu menyebar hampir seluruh kecamatan.

Untuk lahan gambut yang paling luas berada di Kecamatan Pauh, Sarolangun dan CNG.

Sementara, hingga akhir Oktober 2019 ini, terpantau titik hotspot sudah berangsur berkurang bahkan nihil.

Hanya saja, meski berkurangnya titik hotspot dan belum ada laporan karhutla, kepungan asap tipis masih menyelimuti Sarolangun.

TERUNGKAP, Fakta Baru Kebakaran di Tanjab Timur yang Tewaskan Ibu dan Anak

PRABOWO Masuk Daftar Cekal Amerika Serikat, akankah Dicabut Setelah Resmi Jabat Menteri Pertahanan?

Panik Tak Punya SIM dan Surat Kendaraan, Pemuda di Jambi Nekat Tabrak Polisi Saat Operasi Zebra 2019

Meski demikian, pihaknya berharap untuk masyarakat agar waspada menghindari asap dengan memakai masker terutama anak-anak yang rentan terkena penyakit akibat asap.

Katanya, asap hanya bisa ditangani oleh turunnya hujan, namun hujan yang sudah turun beberapa hari belakangan ini tidak berpengaruh besar terhadap asap.

Untuk musim hujan diperkirakan pada November mendatang. "Infromasi dari BMKG belum ada informasi apakah masuk musim hujan, namun masih musim kering," ujarnya.

"Kita berharap masyarakat dalam membuka lahan jangan membakar," katanya. (Cwa)

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved