Misteri Sarung KH Ma'ruf Amin Terjawab, Ini Pakaian yang Pernah Digunakan saat Acara Resmi
Pakaian yang akan dikenakan Wakil Presiden terpilih Ma’ruf Amin saat pelantikan, Minggu (20/10/2019), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, memang m
Saat jeda istirahat, Ma’ruf Amin mengganti pakaiannya dengan setelan adat Betawi hitam dan bercelana panjang serta sematan kain batik kuning di pinggang.
Berkaca dari penampilan Ma’ruf Amin yang selalu mengenakan sarung, publik pun bertanya-tanya pakaian apa yang akan dikenakannya saat pelantikan presiden-wakil presiden hari ini.
Hal itu juga sempat ditanyakan awak media kepada Ma’ruf Amin setelah menerima rombongan pimpinan MPR di kediamannya di Jalan Situbondo, Menteng, Jakarta, Selasa (15/10/2019).
Sebelum menjawab pertanyaan wartawan, Ma’ruf Amin sempat melirik pakaian yang dikenakannya, yakni baju putih dan sarung biru. Setelah itu, dia pun menjawab, ”Lihat besok saja (saat pelantikan).”
Jawaban Ma’ruf Amin tersebut kemudian disambut tawa Ketua MPR Bambang Soesatyo dan pimpinan MPR lainnya.
Ma’ruf Amin membaca sumpah jabatan sebagai wakil presiden disaksikan Jusuf Kalla (kiri) dalam acara Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024.
Saat hari pelantikan tiba, teka-teki pakaian yang dikenakan sang kiai pun terpecahkan.
Sekitar pukul 13.30, Ma’ruf Amin keluar dari kediamannya dengan mengenakan setelan jas hitam, kemeja putih, dasi merah, dan celana panjang serta peci hitam. Ini pertama kalinya Ma’ruf Amin tampil ke publik sejak dari kediamannya tanpa mengenakan sarung.
Melestarikan jati diri
Seringnya Ma’ruf Amin mengenakan setelah jas dan sarung bukan tanpa alasan. Selain menunjukkan karakternya sebagai seorang ulama, Ma’ruf Amin menyatakan bahwa ada tujuan lain saat ia mengenakan sarung.
Dalam media sosial Instagram resmi Ma’ruf Amin yang dikelola tim protokoler, beberapa waktu lalu, tujuan Ma’ruf Amin mengenakan sarung dalam berbagai kesempatan hingga acara kenegaraan yakni sebagai bentuk melestarikan jati diri bangsa Indonesia.
Sebab, sarung merupakan kain kebanggaan dan warisan budaya yang begitu bernilai.
Tujuan Ma’ruf Amin mengenakan sarung dalam berbagai kesempatan hingga acara kenegaraan yakni sebagai bentuk melestarikan jati diri bangsa Indonesia.
Selain sebagai kain kebanggaan, sarung juga mencerminkan keragaman Nusantara karena bisa ditemukan di hampir seluruh pulau di Indonesia.
Variasi yang mengikuti budaya-budaya etnis dan suku di Indonesia menjadi bukti kekayaan khazanah sejarah dan tradisi Indonesia.